Setiap Minggu pagi, Alun-alun Multatuli Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, berubah menjadi pusat aktivitas ekonomi yang semarak. Area hari bebas kendaraan atau Car Free Day (CFD) ini dipadati oleh ratusan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menjajakan berbagai produk. Kegiatan ini menjadi wadah penting bagi UMKM untuk memasarkan dagangan mereka secara langsung kepada masyarakat.
Kehadiran para pelaku UMKM Lebak di CFD bukan hanya sekadar meramaikan suasana, tetapi juga menjadi penopang ekonomi keluarga mereka. Dari aneka kerajinan tangan hingga kuliner khas, produk-produk yang ditawarkan berhasil menarik perhatian pengunjung. Inisiatif pemerintah daerah dalam menyelenggarakan CFD ini terbukti efektif dalam memberdayakan sektor UMKM di Rangkasbitung.
Para pengunjung pun antusias menyambut keberadaan UMKM di CFD Alun-alun Multatuli. Selain berolahraga dan menikmati suasana pagi yang sejuk, mereka juga berkesempatan untuk berbelanja produk lokal berkualitas. Sinergi antara pemerintah, pelaku UMKM, dan masyarakat ini menciptakan ekosistem ekonomi yang dinamis dan saling menguntungkan di Kabupaten Lebak.
Advertisement
Advertisement
Salah satu pelaku UMKM yang merasakan manfaat besar dari CFD adalah Neng (25), warga Rangkasbitung, yang memasarkan aneka kerajinan bunga. Sejak awal tahun 2025, Neng rutin menjajakan produknya setiap hari Minggu di Alun-alun Multatuli. Produk kerajinan bunga yang dijualnya bervariasi, mulai dari Rp15 ribu hingga Rp30 ribu per bunga, menarik minat banyak pembeli.
Neng mengungkapkan bahwa keberadaan CFD sangat membantu perekonomian keluarganya. Dari penjualan kerajinan bunga, ia bisa menghasilkan omzet rata-rata Rp500 ribu setiap minggu. Bahkan, jika di awal bulan, omzetnya bisa mencapai Rp1 juta. Angka ini menunjukkan potensi ekonomi yang signifikan dari kegiatan UMKM di area publik seperti CFD.
Tidak hanya kerajinan, aneka makanan dan minuman juga menjadi primadona di CFD. Mumun, pelaku UMKM lainnya dari Rangkasbitung, telah tiga tahun memasarkan produk kuliner di Alun-alun Multatuli. Produk makanan dan minuman yang dijualnya memiliki harga yang sangat terjangkau, berkisar antara Rp2.000 hingga Rp10.000 ribu, sehingga mudah dijangkau oleh berbagai kalangan.
Advertisement
Mumun juga merasakan dampak positif terhadap pendapatannya, dengan omzet yang bisa mencapai Rp600-700 ribu setiap minggunya. Keberagaman produk yang ditawarkan oleh para pelaku UMKM Lebak, mulai dari kerajinan, makanan, minuman, hingga hasil pertanian, menjadikan CFD sebagai pasar yang lengkap dan menarik bagi pengunjung.
Advertisement
Pelaksana tugas (Plt) Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Lebak, Imam Suangsa, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pemberdayaan UMKM. Imam menyatakan bahwa kegiatan hari bebas kendaraan di sekitar Alun-alun Multatuli Rangkasbitung sengaja dilaksanakan setiap akhir pekan. Tujuannya adalah agar pelaku UMKM dapat menghasilkan pendapatan ekonomi dengan aman dan nyaman.
Pemerintah memperkirakan bahwa jumlah pelaku UMKM yang memadati area CFD bisa mencapai ratusan unit usaha. Angka ini menunjukkan skala kegiatan yang besar dan dampaknya yang luas terhadap perekonomian lokal. Dukungan fasilitas dan ruang berjualan yang disediakan pemerintah menjadi kunci keberhasilan para UMKM dalam mengembangkan usahanya.
Antusiasme pengunjung juga menjadi faktor penting dalam kesuksesan CFD ini. Agung, warga Rangkasbitung, datang bersama keluarganya setiap hari Minggu untuk berolahraga jalan santai di Alun-alun Multatuli. Selain itu, mereka juga memanfaatkan kesempatan ini untuk menikmati dan membeli aneka makanan serta kerajinan yang dijual oleh para pelaku UMKM.
Advertisement
Interaksi langsung antara pelaku UMKM dan konsumen di CFD menciptakan hubungan yang lebih personal dan mendukung pertumbuhan ekonomi lokal. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang transaksi jual beli, tetapi juga sarana rekreasi dan sosialisasi bagi masyarakat Lebak. Dengan demikian, CFD Alun-alun Multatuli menjadi contoh sukses sinergi antara pemerintah, UMKM, dan masyarakat.
Sumber: AntaraNews