Tahukah Anda? Ditjenpas Sulteng Dorong WBP Optimalkan Ketahanan Pangan Rutan Donggala untuk Kemandirian Ekonomi

Ditjenpas Sulteng mendorong WBP untuk mengoptimalkan program Ketahanan Pangan Rutan di Donggala. Bagaimana program ini membekali warga binaan agar mandiri dan produktif saat kembali ke masyarakat?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tahukah Anda? Ditjenpas Sulteng Dorong WBP Optimalkan Ketahanan Pangan Rutan Donggala untuk Kemandirian Ekonomi
Ditjenpas Sulteng mendorong WBP untuk mengoptimalkan program Ketahanan Pangan Rutan di Donggala. Bagaimana program ini membekali warga binaan agar mandiri dan produktif saat kembali ke masyarakat? (Merdeka.com)

Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sulawesi Tengah secara aktif mendorong warga binaan pemasyarakatan (WBP) untuk mengoptimalkan program Ketahanan Pangan Rutan. Inisiatif ini berpusat di Rutan Kelas II Donggala, bertujuan membekali WBP dengan keterampilan yang relevan.

Program ini tidak hanya fokus pada aspek keamanan, tetapi juga pada pembinaan produktif bagi WBP. Pembinaan tersebut mencakup berbagai kegiatan praktis yang diharapkan dapat menunjang kemandirian ekonomi mereka setelah bebas nanti. Hal ini merupakan bagian dari upaya Ditjenpas untuk menciptakan perubahan positif melalui program Ketahanan Pangan Rutan.

Inisiatif ini merupakan jawaban atas kebutuhan WBP untuk memiliki bekal yang cukup saat kembali ke masyarakat. Dengan demikian, mereka diharapkan tidak mengulangi kesalahan serupa di masa mendatang dan dapat berkontribusi secara positif. Program ini juga mencakup pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Mendorong Kemandirian WBP Melalui Program Pembinaan

Pembina Keamanan Pemasyarakatan Ditjenpas Sulteng, Antonius Andry, menjelaskan bahwa pihaknya mengawasi dan memberikan bimbingan terkait program pembinaan di Rutan Donggala. Program ini mencakup beragam kegiatan yang dirancang untuk meningkatkan keterampilan WBP, termasuk inisiatif Ketahanan Pangan Rutan. Fokus utamanya adalah pada pengembangan diri dan potensi ekonomi.

Salah satu program pembinaan unggulan di Rutan Donggala adalah kegiatan kerajinan tangan. Selain itu, terdapat pula pelatihan keterampilan lain yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja. Program perkebunan juga menjadi bagian integral dari upaya kemandirian warga binaan pemasyarakatan ini.

Antonius Andry mengapresiasi jajaran Rutan Donggala yang tidak hanya berfokus menjaga keamanan. Mereka juga aktif memberikan bekal keterampilan nyata bagi WBP. Tujuannya adalah agar WBP siap kembali ke masyarakat dan tidak mengulangi kesalahan yang sama di masa mendatang. Inovasi program ini diharapkan membawa efek positif.

Potensi Ekonomi dan Pemasaran Hasil Karya WBP

Inovasi program-program pembinaan oleh Rutan Donggala diharapkan dapat memberikan efek positif yang signifikan kepada warga binaan. Hasil panen dari program Ketahanan Pangan Rutan dan produk UMKM ini memiliki potensi besar. Produk ini tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan internal rutan.

Lebih jauh, produk-produk tersebut juga berpotensi untuk dijual sebagai produk UMKM di pasaran. Potensi penjualan ini membuka peluang baru bagi WBP untuk memiliki penghasilan. Hal ini juga dapat meningkatkan kemandirian ekonomi mereka secara berkelanjutan.

Kepala Rutan Kelas IIB Donggala, Rusli Suryadi, menyebutkan bahwa ke depan seluruh program UMKM di kawasan itu perlu menjadi perhatian khusus dari Kementerian Hukum. Rusli menekankan pentingnya strategi pemasaran. Strategi ini diperlukan agar produk-produk hasil karya warga binaan, seperti kerajinan tangan, memiliki daya saing di pasaran yang kompetitif.

Rusli berharap bimbingan yang diberikan dapat menjadi masukan berharga. Masukan ini akan digunakan untuk terus meningkatkan kualitas program pembinaan di Rutan Donggala. Harapannya, melalui program ini, warga binaan dapat memiliki penghasilan dan kemandirian ekonomi yang lebih baik.

Komitmen Rutan Donggala untuk Pembinaan Humanis

Rusli Suryadi menjelaskan bahwa pihaknya berkomitmen senantiasa menjalankan tugas dan fungsi secara optimal. Komitmen ini khususnya dalam memberikan pembinaan yang humanis dan transformatif kepada WBP. Pendekatan humanis memastikan bahwa setiap WBP diperlakukan dengan martabat.

Tujuan utama dari semua program ini adalah agar warga binaan ini menjadi pribadi yang produktif. Mereka juga diharapkan menjadi individu yang bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat, berkat bekal dari program seperti Ketahanan Pangan Rutan. Pembinaan ini dirancang untuk menciptakan perubahan perilaku positif.

Rutan Donggala terus berupaya menciptakan lingkungan yang mendukung rehabilitasi. Lingkungan ini juga mendorong pengembangan diri bagi seluruh warga binaan. Dengan demikian, mereka dapat kembali ke masyarakat sebagai individu yang lebih baik dan siap menghadapi tantangan hidup.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi