Tahukah Anda? Babel Laksanakan 'Gempur UMKM' di Pertiba, Targetkan Serapan KUR Lebih Merata

Dinas Koperasi dan UKM Babel intensifkan program 'Gempur UMKM' di Universitas Pertiba, libatkan mahasiswa untuk tingkatkan akses KUR bagi pelaku usaha mikro dan dorong pemerataan ekonomi.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tahukah Anda? Babel Laksanakan 'Gempur UMKM' di Pertiba, Targetkan Serapan KUR Lebih Merata
Dinas Koperasi dan UKM Babel intensifkan program 'Gempur UMKM' di Universitas Pertiba, libatkan mahasiswa untuk tingkatkan akses KUR bagi pelaku usaha mikro dan dorong pemerataan ekonomi. (Merdeka.com)

Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung baru-baru ini meluncurkan inisiatif penting. Program ini dikenal sebagai Gerakan Mahasiswa Pendamping KUR (Gempur) UMKM.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Universitas Pertiba Pangkalpinang pada Kamis, 25 September, dengan tujuan utama untuk meningkatkan serapan Kredit Usaha Rakyat (KUR) di wilayah tersebut. Inisiatif ini diharapkan mampu menjembatani kesenjangan akses pembiayaan formal bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kepulauan Babel, Muslim El Hakim Kurniawan, secara resmi membuka program ini. Beliau menekankan pentingnya Gempur UMKM mengingat masih banyak pelaku usaha yang kesulitan mengakses KUR karena berbagai keterbatasan informasi dan literasi keuangan.

Meningkatkan Akses KUR dan Literasi Keuangan UMKM

Program Gempur UMKM ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama yang telah terjalin antara Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan beberapa perguruan tinggi. Universitas Bangka Belitung (UBB), Universitas Muhammadiyah, IAIN SAS, dan Universitas Pertiba adalah mitra dalam kerja sama yang ditandatangani pada Juli lalu.

Tujuan utama dari kerja sama ini adalah untuk memperkuat peran UMKM dalam menggerakkan perekonomian nasional. Muslim El Hakim Kurniawan menyoroti bahwa banyak pelaku UMKM masih menghadapi kendala dalam mengakses pembiayaan formal seperti KUR. Keterbatasan informasi, rendahnya literasi keuangan, dan kesiapan administrasi usaha menjadi faktor penghambat utama.

“Kita mengintensifkan Gempur ini, karena masih banyak pelaku UMKM yang belum mampu mengakses pembiayaan formal khususnya KUR,” ujar Muslim El Hakim Kurniawan. Program ini diharapkan dapat mengatasi tantangan tersebut melalui pendampingan langsung.

Tiga Sasaran Utama Program Gempur UMKM

Program Gempur UMKM memiliki tiga poin sasaran utama yang ingin dicapai. Pertama, program ini bertujuan untuk mengarahkan serapan KUR lebih banyak ke sektor produksi, khususnya pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan.

Hal ini dilakukan untuk menghindari “overheating ekonomi” yang bisa terjadi jika KUR terlalu banyak diserap oleh sektor perdagangan. Kedua, Gempur UMKM menargetkan peningkatan akses KUR di wilayah pedesaan dibandingkan perkotaan, demi pemerataan pembangunan ekonomi. Ketiga, program ini juga berfungsi sebagai wahana belajar bagi para mahasiswa terkait kewirausahaan.

Muslim El Hakim Kurniawan menjelaskan, “Peran adik-adik mahasiswa dalam program ini tidak hanya penting, tetapi strategis karena mereka menjadi jembatan antara pelaku usaha mikro dengan lembaga keuangan penyalur KUR.” Keterlibatan mahasiswa diharapkan dapat memberikan dampak nyata.

Peran Strategis Mahasiswa dan Sinergi Lintas Sektor

Keterlibatan mahasiswa dalam program Gempur UMKM sangat krusial. Mereka tidak hanya bertindak sebagai pendamping, tetapi juga sebagai agen perubahan yang membawa informasi dan literasi keuangan kepada pelaku UMKM. Ini juga menjadi kesempatan berharga bagi mahasiswa untuk belajar langsung.

Program ini menyediakan ruang belajar yang luar biasa bagi mahasiswa untuk memahami dinamika pemberdayaan ekonomi masyarakat secara langsung. Selain itu, pengalaman ini juga akan memperkuat jiwa kepemimpinan dan empati sosial mereka, kualitas yang sangat dibutuhkan di masa depan.

Muslim El Hakim Kurniawan mengajak seluruh pihak terkait untuk bersinergi aktif. “Saya mengajak seluruh pihak, baik dari kalangan akademisi, dunia perbankan dan para stakeholder terkait untuk bersinergi secara aktif agar program ini berjalan efektif dan memberikan dampak nyata,” tegasnya. Sinergi ini penting untuk memastikan setiap pendampingan benar-benar mendorong UMKM naik kelas dan lebih berdaya saing.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi