Dari sebuah bengkel kulit sederhana di Garut, Jawa Barat, Move Leather tumbuh menjadi salah satu UMKM lokal yang kini menembus pasar internasional seperti Singapura, Afrika, hingga Australia. Di balik kesuksesan itu, tersimpan kisah perjuangan dan ketahanan luar biasa, terutama saat menghadapi hantaman pandemi COVID-19 pada 2020 lalu.
Usaha yang dirintis pasangan H. Deni Hermawan dan Hj. Pupu Maspupah sejak tahun 2000 ini sempat berada di ambang kehancuran.
“Produksi kami terhenti total, tabungan habis untuk biaya operasional. Bahkan, saya harus menjual kendaraan pribadi demi bertahan,” kenang Deni.
Reseller yang sebelumnya aktif memasarkan produk Move Leather pun satu per satu berhenti. Situasi itu menjadi titik terendah dalam perjalanan bisnis mereka.
Padahal, Move Leather pernah mencapai masa keemasan pada 2015. Saat itu, mereka memiliki 25 karyawan dan dipercaya sebagai vendor jaket kulit untuk komunitas motor ternama.
Pesanan datang dalam jumlah besar, hingga mendorong pembelian 25 mesin jahit tambahan. Bahkan, para karyawan membawa mesin jahit ke rumah masing-masing agar produksi tetap optimal.
Produk Move Leather terkenal akan kualitas bahan kulit sapi dan domba yang digunakan. Mereka memproduksi berbagai item seperti jaket, tas, dompet, sabuk, sepatu, sandal, hingga aksesori kulit lain dengan desain fungsional dan jahitan presisi.
Advertisement
Bertahan Berkat Pendampingan dan UMK Academy
Secercah harapan muncul ketika Move Leather bergabung sebagai mitra binaan PT Pertamina (Persero) dan mendapatkan pendanaan sebesar Rp100 juta. Dana tersebut digunakan untuk membeli bahan kulit dan menjaga keberlangsungan produksi kecil yang masih tersisa.
Tak berhenti di situ, Move Leather secara aktif mengikuti Pertamina UMK Academy selama tiga tahun berturut-turut. Dalam program ini, mereka menjalani kelas
Go Modern, Go Digital, dan Go Global, baik secara daring maupun pelatihan langsung di Bandung dan Garut. Pendampingan ini membuka cakrawala baru dalam mengelola usaha yang lebih profesional dan berorientasi pasar global.
Advertisement
Trade Expo Indonesia 2022 Jadi Titik Balik
Langkah besar terjadi saat Move Leather diundang mengikuti Trade Expo Indonesia (TEI) 2022 bersama Pertamina. Awalnya, Deni hanya membawa beberapa produk karena merasa ragu. Namun, semua produk yang dibawa justru ludes terjual. Ia bahkan harus melakukan restock hingga tiga kali selama pameran.
Setelah TEI, pesanan terus mengalir dari berbagai penjuru, termasuk dari seorang pengusaha tas ternama asal Jambi yang hingga kini masih rutin memesan jaket kulit Move Leather.
Kini, produk Move Leather sudah dipasarkan luas ke berbagai wilayah Indonesia seperti Jabodetabek, Pulau Jawa, Kalimantan, hingga Papua. Tak hanya itu, mereka juga rutin mengekspor ke Singapura, Afrika, dan Australia.
Advertisement
Menjadi Simbol UMKM Tangguh Indonesia
“Kami bukan hanya bertahan, tapi kini tumbuh dan berkembang berkat pendampingan dari Pertamina dan pelatihan UMK Academy. Ini yang membuat kami percaya diri menghadapi pasar nasional dan internasional,” ujar Deni.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat, Eko Kristiawan, menegaskan bahwa Pertamina terus mendorong pemberdayaan UMKM agar naik kelas.
“Program UMK Academy adalah kontribusi nyata kami dalam mewujudkan UMKM yang modern, digital, dan kompetitif. Ini sejalan dengan visi Asta Cita ketiga pemerintahan Prabowo-Gibran dalam mendorong kewirausahaan dan ekonomi rakyat,” jelasnya.
Kisah Move Leather menjadi cerminan nyata bagaimana sinergi antara korporasi dan pelaku UMKM mampu menciptakan dampak positif dan berkelanjutan. Dari keterpurukan, kini mereka berdiri sebagai salah satu ikon UMKM tangguh yang siap bersaing di pasar global.