Inter Milan dan Barcelona akan bertemu dalam laga krusial pada semifinal leg kedua Liga Champions 2024/2025. Pertandingan ini dijadwalkan berlangsung di Stadion San Siro, Milan, pada Rabu (7/5/2025) dini hari WIB. Para penggemar dapat menyaksikan laga ini melalui siaran langsung di SCTV serta live streaming di Vidio.
Pada leg pertama yang digelar pekan lalu, pertandingan berlangsung dengan sangat ketat. Barcelona, sebagai tuan rumah, diunggulkan untuk meraih kemenangan, namun hasilnya tidak sesuai harapan. Mereka ditahan imbang oleh Inter Milan dengan skor 3-3.
Inter Milan saat ini menajdi sorotan. Inter Milan merupakan salah satu klub sepak bola terkemuka di Italia, kini berada di bawah kepemilikan Oaktree Capital Management, sebuah perusahaan manajemen aset asal Amerika Serikat.
Pengalihan kepemilikan ini terjadi pada Mei 2025, setelah Suning Group, perusahaan asal China yang sebelumnya memegang kendali, gagal memenuhi kewajiban utang terhadap Oaktree. Dengan pengambilalihan ini, Oaktree kini memegang 99,6 persen saham klub yang berbasis di Milan tersebut.
Sejarah Kepemilikan Inter Milan
Sejarah kepemilikan Inter Milan cukup berliku. Sebelum dikuasai oleh Oaktree, klub ini berada di bawah kendali Suning Group yang dipimpin oleh Zhang Jindong. Zhang Jindong adalah seorang pengusaha China yang dikenal memiliki kekayaan yang sangat besar, diperkirakan mencapai Rp115 triliun pada Februari 2025. Suning Group mengakuisisi Inter Milan dari Erick Thohir pada tahun 2016, dan sejak saat itu, Zhang Jindong dan putranya, Steven Zhang, menjabat sebagai presiden klub.
Erick Thohir adalah pemilik sebelumnya yang membeli saham mayoritas Inter Milan pada tahun 2013. Dia menjabat sebagai presiden klub hingga tahun 2018. Di bawah kepemilikannya, Inter Milan mengalami beberapa perubahan signifikan dalam pengelolaan klub dan performa di lapangan.
Advertisement
Sejarah Pendirian Inter Milan
Sejak didirikan pada tahun 1908, Inter Milan telah mengalami beberapa kali pergantian kepemilikan. Pada tahun 2013, Erick Thohir menjadi pemilik mayoritas klub tersebut, membawa visi baru dan investasi yang signifikan. Namun, pada tahun 2016, Suning Group mengambil alih klub, yang dipimpin oleh Zhang Jindong. Di bawah kepemilikan Suning, Inter Milan berusaha untuk kembali ke jalur kesuksesan dengan berbagai investasi dan pengembangan skuad.
Namun, perjalanan Suning sebagai pemilik tidak berjalan mulus. Krisis finansial yang melanda perusahaan menyebabkan mereka kesulitan untuk memenuhi kewajiban utang, yang akhirnya berujung pada pengalihan kepemilikan kepada Oaktree Capital Management. Dengan pengambilalihan ini, Oaktree berkomitmen untuk membawa Inter Milan ke arah yang lebih baik dengan strategi pengelolaan yang lebih solid.
Advertisement
Kekayaan Pemilik Inter Milan
Kekayaan pemilik Inter Milan sebelumnya, Zhang Jindong, sangat mencolok. Menurut estimasi, kekayaannya mencapai USD 7,1 miliar atau sekitar Rp115 triliun pada Februari 2025. Sumber kekayaannya berasal dari berbagai sektor, termasuk e-commerce melalui Suning.com, real estat, dan juga sektor keuangan. Dengan latar belakang bisnis yang kuat, Zhang Jindong berhasil membawa Inter Milan ke level yang lebih tinggi selama masa kepemimpinannya.
Oaktree Capital Management, sebagai entitas publik, memiliki kekayaan yang sulit untuk dipastikan secara spesifik. Namun, sebagai perusahaan investasi besar, Oaktree memiliki portofolio yang luas dan sumber daya yang cukup untuk mendukung pertumbuhan Inter Milan.