Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menyampaikan permohonan maaf terkait adanya warga yang meninggal dunia saat antre tabung gas Liquefied Petroleum Gas (LPG) atau elpiji 3 kilogram.
Diketahui, warga yang meninggal dunia saat antre elpiji 3 kilogram merupakan seorang nenek penjual nasi uduk warga Pamulang Barat, Kota Tangerang Selatan.
"Ya, kami pemerintah pertama memang mohon maaf kalau ini terjadi," ujar Bahlil kepada awak media di Pangkalan Gas Toko Kevin, Palmerah, Jakarta Barat, Selasa (4/2).
Keputusan pemerintah sendiri untuk melarang penjualan tabung gas LPG 3 kilogram semata-mata untuk menata penyaluran gas subsidi tersebut lebih tepat sasaran.
Selain itu, pemerintah ingin juga memudahkan penyaluran gas LPG untuk dijangkau masyarakat.
"Kedua adalah kita melakukan perbaikan. Apa yang kita lakukan dari pagi ini sebagai respons untuk kita ingin rakyat kita mendapat LPG dengan baik dan gampang," tegasnya.
Advertisement
Nenek Penjual Nasi Uduk di Pamulang Meninggal Dunia Usai Antre Elpiji 3 Kg
Sebelumnya, seorang nenek warga Pamulang Barat, Kota Tangerang Selatan, meninggal dunia diduga kelelahan usai berburu dan mengantre tabung gas di kawasan Pamulang Senin (3/2).
“Persisnya bagaimana saya kurang jelas. Tadi dia dibopong rame-rame sama warga yang bantu. Apa dia jatuh awalnya atau bagaimana kurang paham,” kata Dedi, kerabat almarhumah Yonih Binti Saman (68) ditemui di rumah duka, Senin (3/2).
Dedi menyebutkan, kerabatnya itu sebelumnya berkeliling mencari tabung gas subsidi dengan menenteng dua tabung kosong di kedua tangannya.
Kemudian almarhum ikut mengantre di salah satu pangkalan yang berjarak kurang lebih 300 meter dari tempatnya tinggal.
“Sehabis mengantre, dia meninggal sekitar jam 12 an. Tadi dia jalan mencari gas jam 10, jam 11 an,” ujarnya.