Kesal dengan Kebijakan EUDR Eropa, Luhut Ancam Alihkan Ekspor CPO ke Afrika

Kebijakan tersebut dinilai merugikan produk sawit dan beberapa hasil perkebunan yang menjadi andalan ekspor Indonesia ke Eropa.

Sulaeman
Oleh Sulaeman - Reporter
Kesal dengan Kebijakan EUDR Eropa, Luhut Ancam Alihkan Ekspor CPO ke Afrika
luhut pandjaitan. ©2020 Foto: Tebe/Humas Ekonomi

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan mengancam akan mengalihkan ekspor minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) dari Eropa ke Afrika secara bertahap. Dia mencatat, ekspor CPO Indonesia ke Eropa saat ini mencapai 3,3 juta ton.

Hal ini akan dilakukan Luhut sebagai respoons penerapan Undang-Undang Anti Deforestasi atau Europe Deforestation Regulations (EUDR) yang ditetapkan negara-negara Eropa. Kebijakan tersebut dinilai merugikan produk sawit dan beberapa hasil perkebunan yang menjadi andalan ekspor Indonesia ke Eropa.

Menko Luhut menilai, langkah tegas tersebut diperlukan untuk mengakhiri polemik ekspor CPO asal Indonesia ke Eropa. Dia mengaku, telah mengutarakan rencana penghentian tersebut ke Parlemen Eropa.

"Saya juga bilang kepada Parlemen Europe Union tiga hari yang lalu, kita lagi mikir-mikir kok ekspor kita ke kalian (Eropa) 3,3 juta mungkin kita mau divert (alihkan) secara bertahap ke Afrika. Supaya kalian jangan ribut sama kami," ujar Menko Luhut di Kantornya, Jumat (23/6).

Menko Luhut menegaskan, pemerintah terus mencari solusi untuk mengatasi sejumlah permasalahan di kebun sawit Indonesia. Salah satunya luasan lahan yang berada di wilayah hutan.

"Kita benahin semua kok, jadi saya juga bilang kepada Parlemen Europe Union," pungkasnya.

Indonesia-Malaysia Kompak Lawan Uni Eropa, Tak akan Setop Ekspor Kelapa Sawit

Sebelumnya, Indonesia dan Malaysia sepakat tidak akan menghentikan ekspor kelapa sawit dan turunannya ke negara-negara Uni Eropa. Kesepakatan itu diambil setelah Uni Eropa menyetujui undang-undang larangan produk yang merusak hutan.

"Stop ekspor bukan merupakan hal yang dibahas. Tentu itu bukan pilihan," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat menggelar konferensi pers di Jakarta, Kamis (9/2).

Airlangga menuturkan, Indonesia melalui Indonesian Sustainable Palm Oil System (ISPO) dan Malaysia melalui The Malaysian Sustainable Palm Oil (MSPO), sudah berkomitmen untuk menjaga kelestarian alam.

Upaya lain yang ditempuh dua negara ini yaitu menjelaskan aspek sosial atas pentingnya industri kelapa sawit bagi para petani. Aspek ini menurut Airlangga merupakan upaya pemerintah dalam pengentasan kemiskinan.

Rekomendasi