Perputaran Uang Selama Libur Lebaran Ternyata Tembus Rp240 Triliun

Triono menilai, perputaran uang ini terjadi lantaran masyarakat bukan hanya pergi mudik saja saat pulang ke kampung halamannya.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Perputaran Uang Selama Libur Lebaran Ternyata Tembus Rp240 Triliun
Arus Mudik Tol Cikampek. ©2019 Merdeka.com/Imam Buhori

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melaporkan, perputaran roda ekonomi selama musim mudik dan balik Lebaran 2023 meningkat luar biasa. Secara angka, perputaran uang selama Lebaran tembus hingga Rp240 triliun.

"Setelah kami survei, perputaran ekonomi Lebaran 2023 sangat besar. Waktu libur Lebaran, perputaran ekonomi saat masyarakat mudik dari sebelumnya Rp150 triliun di 2022 ternyata menjadi Rp240 triliun di 2023," ujar Direktur Jalan Bebas Hambatan Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, Triono Junoasmono di Kementerian PUPR, Jakarta, Rabu (10/5).

Triono menilai, perputaran uang ini terjadi lantaran masyarakat bukan hanya pergi mudik saja saat pulang ke kampung halamannya.

"Kalau kita lihat, masyarakat Lebaran kemarin dari orang yang pulang 77 persen memang murni mudik. Tapi 92 persen mudik dan liburan. Misal (mudik) ke Surabaya, dia juga ke Semarang untuk belanja," terangnya.

"Lebaran kali ini dampaknya sangat besar. Bukan hanya lancar, tapi dampak pada ekonomi nasional sangat besar. Itu turut didukung infrastruktur yang disiapkan Kementerian PUPR dan teman-teman BUJT (badan usaha jalan tol)," paparnya.

Kelancaran Mudik

Terkait kelancaran mudik dan balik Lebaran 2023, Triono mengatakan, ada tiga faktor kunci yang melandasinya. Pertama, soal kesiapan infrastruktur didukung adanya 11 ruas jalan tol fungsional yang dioperasikan secara gratis untuk sementara.

"Kedua, penyiapan regulasi dan manajemen. Kebijakan cuti bersama kemarin sangat penting. Lalu juga manajemen lalu lintas dari Kepolisian, dan pembatasan kendaraan logistik. Kalau tidak diatur, itu akan timbulkan kepadatan besar," jelasnya.

Terakhir, Triono juga mengapresiasi perilaku masyarakat yang tertib dan disiplin mengikuti arahan petugas di lapangan saat mudik. Pemerintah disebutnya juga mendengarkan kritik netizen yang bertebaran di media sosial (medsos).

"Masyarakat mungkin saat ini banyak opsi terkait media tadi. Kami dari BPJT PUPR juga ada aplikasi JalanKita. Kita lihat semua sistem yang ada, semua kami kompilasi. Memang belum berjalan sempurna, tapi kami upayakan ke arah sana," tuturnya.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com

Rekomendasi