Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik, Badan Pusat Statistik (BPS) Imam Machdi mengungkapkan, kondisi ekonomi di beberapa mitra dagang juga turut mempengaruhi kinerja ekspor impor Indonesia.
Pada Maret 2023, Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur Amerika Serikat dan Jepang berada pada zona kontraksi meskipun meningkat dibandingkan zona sebelumnya. Sedangkan, kinerja PMI India tetap menguat pada zona ekspansif, sementara China mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya.
"Melemahnya PMI pada beberapa mitra dagang ini dapat berpengaruh pada permintaan komoditas ekspor unggulan Indonesia," kata Imam dalam konferensi pers Perkembangan Ekspor dan Impor Indonesia Maret 2023, Senin (17/4).
Diketahui, harga beberapa komoditas unggulan mengalami penurunan secara bulanan dan tahunan di antaranya batu bara, nikel, gas alam, dan minyak mentah. Untuk komoditas minyak kelapa sawit dan bijih besi secara tahunan juga mengalami penurunan harga, tetapi masih meningkat secara bulanan.
Sementara PMI Indonesia pada Maret 2023 masih bertahan pada zona ekspansi. Hal ini mengindikasikan masih menguatnya aktivitas manufaktur di tanah air.
Tercatat, nilai ekspor Indonesia Maret 2023 mencapai USD 23,50 miliar atau naik 9,89 persen dibanding ekspor Februari 2023. Namun secara tahunan mengalami penurunan dibanding Maret 2022 sebesar 11,33 persen.
Rinciannya, ekspor migas mengalami kenaikan USD 1,34 miliar atau 12,79 persen dibanding Februari 2023 sebesar USD 1,19 miliar. Kemudian, ekspor non-migas pada Maret 2023 juga mengalami kenaikan 9,71 persen yaitu menjadi USD 22,16 miliar, dibanding bulan sebelumnya USD 20,20 miliar.
Selanjutnya, BPS mencatat nilai impor Indonesia Maret 2023 mencapai USD 20,59 miliar, naik 29,33 persen dibandingkan Februari 2023 atau turun 6,26 persen dibandingkan Maret 2022.
Jika dirinci, impor migas Maret 2023 mengalami kenaikan 25,28 persen yakni USD 3,02 miliar dibanding Februari 2023 sebesar USD 2,41 miliar. Sedangkan, impor non-migas pada Maret 2023 juga mengalami kenaikan 30,05 persen yaitu menjadi USD 17,57 miliar, dibanding bulan sebelumnya USD 13,51 miliar.
Reporter: Tira Santia
Sumber: Liputan6.com