Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima kunjungan delegasi World Water Council atau Dewan Air Dunia di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (15/2). Jokowi mengatakan, bahwa saat ini air menjadi krisis dan masalah dunia.
"Beliau Pak Presiden menyampaikan air sekarang menjadi global problem, global crisis," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono usai mendampingi Presiden Jokowi dalam pertemuan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (15/2).
Menurut Basuki, air adalah inti dari ketahanan pangan dan energi. Maka dari itu, pemerintah membangun 61 bendungan atau Dam di berbagai daerah. "Air, food, energy semua food dan energy juga berasal dari air. Jadi memang air sebagai intinya. Makanya Indonesia membangun 61 Dam ini dan ini sangat diapresiasi oleh world water council," ungkapnya.
Dia melanjutkan, World Water Council mengapresiasi Indonesia sebagai tuan rumah World Water Forum ke-10 tahun 2024. Indonesia dinilai tak hanya menjadi pemimpin di politik, tetapi juga di bidang air.
Basuki menuturkan ada enam topik yang menjadi poin penting dalam World Water Forum, salah satunya air untuk manusia dan lingkungan. "Ada 6 topik di dalam World Water Forum ya diarahkan tadi. Salah satunya ini, air for human and environment. Itu salah satunya jadi masuk di dalam," tutup Basuki.
Lebih lanjut, Presiden World Water Council sempat meminta kesediaan Prabowo Jokowi untuk menjadi water massenger. Namun, kepala negara menanggapi dengan candaan dan meminta agar menghubungi Presiden Prancis Emmanuel Macron terlebih dahulu.
"Jadi bahkan mohon maaf Presiden World Water Council yang dari Prancis bilang bisa enggak Presiden sebagai water messenger karena membawa isu air. beliau malah bercanda 'kalau bisa telepon (Presiden) Macron'," kata Basuki.