Pengiriman Pertalite dan Biosolar ke Karimunjawa Tertahan Cuaca Buruk

Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite dan Biosolar kosong di seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) wilayah Karimunjawa, Jepara, Jawa Tengah. Menyusul, cuaca buruk disertai gelombang tinggi yang menyebabkan kapal pengangkut BBM tidak bisa berlayar.

Sulaeman
Oleh Sulaeman - Reporter
Pengiriman Pertalite dan Biosolar ke Karimunjawa Tertahan Cuaca Buruk
Pertalite. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite dan Biosolar kosong di seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) wilayah Karimunjawa, Jepara, Jawa Tengah. Menyusul, cuaca buruk disertai gelombang tinggi yang menyebabkan kapal pengangkut BBM tidak bisa berlayar.

"Ya (kosong), Pertalite dan Biosolar sudah masuk deadstock di SPBU Karimunjawa, sehingga tidak bisa dijual ke konsumen," kata Area Manager Communication, Relations, & CSR Jawa Bagian Tengah Pertamina Patra Niaga, Brasto Galih Nugroho saat dihubungi Merdeka.com di Jakarta, Kamis (29/12).

Brasto menyampaikan, saat ini stok BBM yang tersedia di SPBU wilayah Karimunjawa adalah Dexlite. Dexlite tersedia sebanyak 758 liter di SPBU pada pagi hari ini. "Penyaluran rata-rata harian Dexlite di sana saat kondisi normal dan saat tersedia Biosolar adalah 73 liter per hari," jelasnya.

Brasto mengatakan, kapal angkut Pertamina sendiri sudah memuat Pertalite 40 kiloliter dan Biosolar 95 kiloliter yang sudah siap berlayar dari Semarang menuju SPBU Karimunjawa. Namun, kapal masih belum bisa berlayar menyusul cuaca buruk dan gelombang tinggi yang masih terjadi.

"Tentunya kami terus memantau dan memonitor kondisi cuaca buruk dan gelombang tinggi di Laut Jawa. Kami juga senantiasa berkoordinasi dengan instansi terkait mengenai kondisi cuaca dan keselamatan pelayaran," ucapnya.

Diketahui, PT Pertamina memastikan segera mengirim bahan bakar minyak jenis Pertalite sebanyak 40 kiloliter serta biosolar sebanyak 95 kiloliter ke Pulau Karimunjawa, Kecamatan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.

"Kapal sudah memuat kedua jenis BBM tersebut dan siap berlayar dari Semarang menuju SPBU Karimunjawa," kata Area Manager Communication, Relations, and Corporate Social Responsibility (CSR) Regional Jawa Bagian Tengah PT Pertamina Patra Niaga Brasto Galih Nugroho dikutip Antara, Rabu (28/12).

Pengiriman BBM jenis Pertalite dan Biosolar masih menunggu cuaca membaik. Untuk saat ini, kapal belum bisa diberangkatkan karena cuaca masih buruk dan gelombang tinggi. "Tentunya kami terus memantau dan memonitor kondisi cuaca buruk dan gelombang tinggi di Laut Jawa," ujarnya.

Selain itu, PT Pertamina juga senantiasa berkoordinasi dengan instansi terkait mengenai kondisi cuaca serta izin berlayar dengan tetap mengutamakan keselamatan berlayar. Untuk sementara ini, imbuh dia, mobilitas masyarakat menggantungkan pada stok BBM jenis lain, seperti biosolar maupun dexlite. Sedangkan yang masih memiliki stok pertalite di kendaraan tentunya juga masih bisa melakukan aktivitas harian.

Habisnya stok pertalite di Kecamatan Karimunjawa, disebabkan memasuki musim baratan yang ditandai dengan gelombang tinggi di laut. Kondisi demikian, mengakibatkan penghentian semua aktivitas di laut karena tidak aman.

Bahkan, aktivitas penyeberangan ke Pulau Karimunjawa mulai terhenti sejak 23 Desember 2022 karena cuaca laut tidak mendukung. Akibatnya, ratusan wisatawan tertahan di pulau terluar di Kabupaten Jepara itu dan baru bisa diseberangkan dengan bantuan KM Kelimutu pada Selasa (27/12) malam.

Rekomendasi