Ketua Satgas Waspada Investasi (SWI) Tongam L. Tobing mengatakan, pihaknya kembali menemukan sembilan entitas yang melakukan penawaran investasi tanpa izin selama Desember 2022. Penanganan terhadap entitas investasi ilegal tersebut dilakukan sebelum adanya pengaduan dari korban.
Informasi mengenai hal tersebut diperoleh berasal dari pemantauan aktivitas yang sedang marak di masyarakat lewat media sosial, website dan Youtube (data crawling) melalui big data center aplikasi waspada investasi.
"SWI senantiasa hadir melindungi masyarakat agar terhindar dari kegiatan dan aktivitas penawaran investasi yang tidak berizin dan penipuan berkedok investasi," kata Tongam, dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (27/12).
Adapun penanganan terhadap investasi ilegal dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh anggota SWI dari 12 Kementerian/Lembaga. SWI bukan aparat penegak hukum, sehingga tidak dapat melakukan proses hukum. Selain menghentikan dan mengumumkan kepada masyarakat, SWI juga melakukan pemblokiran terhadap situs/website/aplikasi dan menyampaikan laporan informasi ke Bareskrim Polri.
Menanggapi beberapa informasi yang beredar di masyarakat tentang adanya larangan SWI bagi korban investasi ilegal menarik dananya, Tongam mengatakan SWI tidak pernah melarang hal tersebut.
"Setiap entitas yang dihentikan kegiatannya oleh Satgas Waspada Investasi diperintahkan untuk mengembalikan kerugian masyarakat. Jangan mudah percaya dengan alasan yang dibuat oleh pelaku investasi ilegal. Apabila pelaku mempersulit penarikan dana, segera lapor ke Kepolisian," jelas Tongam.
Sembilan entitas yang melakukan penawaran investasi tanpa izin dan telah dihentikan oleh SWI sebagai berikut:
- 4 entitas melakukan penawaran investasi tanpa izin;
- 2 entitas melakukan pembiayaan dan pendanaan tanpa izi
- 1 entitas melakukan kegiatan agen properti tanpa izin;
- 1 entitas melakukan kegiatan asset kripto tanpa izin;
- 1 entitas melakukan perdagangan aset digital tanpa izin.
Advertisement
Menurutnya, pemberantasan terhadap investasi ilegal sangat tergantung pada peran serta masyarakat. Sepanjang masyarakat masih tergiur dengan penawaran bunga tinggi tanpa melihat aspek legalitas dan kewajaran, maka para pelaku akan terus bermunculan dengan modus-modus baru.
Selain itu, SWI juga melakukan normalisasi terhadap KSP Simpanan Lancar Indonesia (KSP Suku Planet) untuk selanjutnya dilakukan pembinaan oleh Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah RI.
Masyarakat dapat melakukan pengecekan legalitas dengan mengunjungi website dari otoritas yang mengawasi atau cek apakah pernah masuk dalam list entitas yang dihentikan oleh Satgas Waspada Investasi melalui minisite waspada investasi https://www.ojk.go.id/waspada-investasi/id/alert-portal/Pages/default.aspx.
Berikut rincian daftar investasi ilegal:
1. Timeshare Property (Agen properti tanpa izin)
2. MSL-CF Arbah Capital (Penawaran pendanaan pembangunan masjid dengan skema berjenjang tanpa izin)
3. xtoko.co (Perdagangan aset digital dengan keuntungan 0.1-10% dalam sehari tanpa izin)
4. https://h5.easygoid.com/guide (Penyedia pembiayaan tanpa izin)
5. https://www.genesis mining.com/ (Penyelenggara atau penambangan aset kripto tanpa izin)
6. PT Data Saham Indonesia/https://t.me/tPT_DATA_SAHAM (Penawaran investasi dengan modus penjualan saham tanpa izin)
7. PT Semesta Tekno Indoraya/cuanz (Penawaran investasi tanpa izin)
8. QZ Asset Management (Penawaran investasi dengan imbal hasil tetap tanpa izin)
9. PT Syariah Investing (Penawaran investasi dengan imbal hasil tetap tanpa izin).
Reporter: Tira Santia
Sumber: Liputan6.com