Konsumsi Rumah Tangga Tertolong Tahun Politik 2023

CORE Indonesia memperkirakan, konsumsi rumah tangga tahun 2023 secara agregat akan melampaui level pra pandemi. Namun pertumbuhannya berpotensi melambat marginal secara year to year (yoy).

Anisyah Al Faqir
Oleh Anisyah Al Faqir - Reporter
Konsumsi Rumah Tangga Tertolong Tahun Politik 2023
ilustrasi belanja. ©Asia One

Ekonomi global diprediksi masih suram di 2023 mendatang. Geopolitik yang tak kunjung usai mengakibatkan banyak risiko, salah satunya daya beli masyarakat.

Meski begitu, laporan yang dibuat CORE Indonesia meramalkan konsumsi rumah tanggal Indonesia tahun depan akan tetap tumbuh kuat. Salah satunya disokong momentum tahun politik 2023.

"(Adanya) dorongan belanja politik menjelang pemilihan presiden dan pemilihan umum legislatif," dikutip dari Laporan CORE Economic Outlook 2023, Jakarta, Jumat (23/12).

CORE Indonesia memperkirakan, konsumsi rumah tangga tahun 2023 secara agregat akan melampaui level pra pandemi. Namun pertumbuhannya berpotensi melambat marginal secara year to year (yoy).

Mobilitas penduduk di tahun depan akan berangsur normal. Terlebih Presiden Joko Widodo telah memberi sinyal pencabutan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Selain belanja politik, faktor pendorong konsumsi rumah tangga tetap tumbuh yakni pandemi yang relatif bisa dikendalikan pemerintah. Termasuk tingkat inflasi yang lebih rendah.

"Relatif terkendalinya pandemi dan tingkat inflasi yang lebih rendah," katanya.

Hanya saja, konsumsi rumah tangga ini juga berpotensi terganggu karena pelemahan permintaan global dan rencana normalisasi kebijakan fiskal dan moneter di tahun depan.

Sebagai informasi, sepanjang tahun 2022 konsumsi rumah tangga terus mengalami perbaikan. Pada kuartal I-2022 konsumsi rumah tangga tercatat 4,34 persen (yoy), kuartal II tumbuh 5,51 persen (yoy) dan di kuartal III tumbuh 5,39 persen (yoy). Semetara itu, di kuartall IV Segara Institute memprediksi konsumsi rumah tangga tetap tumbuh di atas 5 persen.

Rekomendasi