LPCK Raup Pendapatan per Kuartal III 2022 Capai Rp 1 T, EBITDA Tumbuh 7 Persen

PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) mencatat pendapatan sekitar Rp 1 triliun selama sembilan bulan pertama 2022. Penjualan dari rumah tapak masih menjadi kontributor utama dengan proporsi 40 persen. Di mana pada tahun lalu pendapatan didominasi oleh apartemen dengan proporsi 39 persen.

Rita
Oleh Rita - Reporter
LPCK Raup Pendapatan per Kuartal III 2022 Capai Rp 1 T, EBITDA Tumbuh 7 Persen
Penjualan Produk Lippo Cikarang. ©2022 Merdeka.com

PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) mencatat pendapatan sekitar Rp 1 triliun selama sembilan bulan pertama 2022. Penjualan dari rumah tapak masih menjadi kontributor utama dengan proporsi 40 persen. Di mana pada tahun lalu pendapatan didominasi oleh apartemen dengan proporsi 39 persen.

CEO PT Lippo Cikarang Tbk, Rudy Halim memaparkan, laba kotor perseroan meningkat sebesar lima persen selama 1 tahun terakhir menjadi Rp 526 miliar. Di mana didominasi oleh pendapatan dari rumah tapak.

"Tingkat margin laba kotor perseroan dapat meningkat menjadi 52 persen dari 42 persen pada tahun lalu," ujarnya Rabu (2/11).

Beban usaha perseroan dapat dipertahankan pada nilai yang sama dengan tahun lalu sebesar Rp 202 miliar. Perseroan juga dengan sukses meningkatkan performa EBITDA dengan menunjukan kenaikan sebesar tujuh persen YoY menjadi Rp 341 miliar. Sejalan dengan kenaikan margin laba kotor, perseroan mencetak margin EBITDA pada level yang lebih tinggi di 34 persen.

Sementara itu, pra-penjualan perseroan tumbuh sebesar 33 persen jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. Marketing sales pada kuartal ketiga adalah sebesar Rp 385 miliar.

Dengan demikian marketing sales telah mencapai Rp 1,006 triliun selama sembilan bulan pertama 2022 atau sebesar 69 persen dari target. "Sepanjang 9 bulan pertama, total 806 unit rumah tapak, apartemen, komersial dan lahan industri telah berhasil terjual oleh perseroan," ungkapnya.

Selanjutnya, pencapaian pra penjualan dari rumah tapak juga didorong oleh peluncuran perdana seri rumah tapak Cendana Homes di Cikarang. Peluncuran produk ini juga melanjutkan kesukseskan sebelumnya dari produk Waterfront Estates.

Rudy mengatakan, banyak peluang pertumbuhan di industri properti. Walaupun kondisi makroekonomi sedang cukup menantang dengan kenaikan harga bahan bakar dan inflasi yang meningkat. "Dengan bauran produk yang tepat kami tetap dapat mempertahankan kinerja yang baik untuk mencapai target pra-penjualan 2022," ujarnya.

Rekomendasi