Ribuan Pelaku Industri Vape Dunia Kumpul JIExpo Kemayoran, Ada Apa?

Pameran B2B dan B2C ini diikuti oleh 70 perusahaan dari 12 negara, di antaranya Amerika Serikat, Cina, Hong Kong, India, Indonesia, Inggris, Korea, Kroasia, Malaysia, Polandia, Switzerland, dan Thailand.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Ribuan Pelaku Industri Vape Dunia Kumpul JIExpo Kemayoran, Ada Apa?
kompetisi rokok vape. ©2017 REUTERS/Victor Ruiz Garcia

Sekitar 6.000 pelaku industri vape global memenuhi pameran IECIE Jakarta Vape Show. Ini adalah pameran industri vaping terbesar se-Asia Tenggara yang dimulai 20 Oktober hingga 22 Oktober 2022 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran Hall B1- B3.

Pameran B2B dan B2C ini diikuti oleh 70 perusahaan dari 12 negara, di antaranya Amerika Serikat, Cina, Hong Kong, India, Indonesia, Inggris, Korea, Kroasia, Malaysia, Polandia, Switzerland, dan Thailand.

Event Director PT Pamerindo Indonesia, Juanita Soerakoesoemah mengatakan, IECIE Jakarta Vape Show memberi kesempatan bagi produsen untuk memamerkan produk dan inovasi mereka kepada para pengunjung seperti penjual grosir, distributor, dan penggemar vaping.

Para pengunjung dapat melihat secara langsung bermacam-macam produk terbaru antara lain Disposables, Open/Closed Pod Systems, Atomizers, Mods, HTPs, E-liquids, aksesoris vaping dan sebagainya. Sejumlah produk baru siap diluncurkan selama pameran. Pengunjung dijamin akan melihat produk-produk terbaru terlebih dahulu dan merasakan sensasi teknologi dari dekat.

"Pameran ini tidak hanya menyediakan platform perdagangan bagi peserta pameran dan pengunjung untuk berkomunikasi dan mencapai kesepakatan, tetapi juga berperan sebagai penggerak untuk mempromosikan inovasi produk dan pengembangan industri vaping di Indonesia dan negara sekitar," kata Juanita di Jakarta, Jumat (21/10).

Selain memamerkan produk dari berbagai produsen, IECIE Jakarta Vape Show juga diisi dengan diskusi seputar vape yang bertujuan untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai vape.

Lebih dari 300 brand ikut ambil bagian di pameran tersebut di antaranya brand kenamaan yang diakui secara internasional seperti RELX, FEELM, HQD, PUFF BAR, YOOZ, SMOK, Nasty, dan Justfog. Juga brand-brand baru dari China sebagai negara di mana vape diciptakan dan pemasok 90 eprsen dari produk vape yang beredar di dunia.

Lebih lanjut, rangkaian acara menampilkan sejumlah talenta internasional dipersiapkan untuk menyebarkan vape culture seperti Cloud Championship Activity, live-music dari berbagai DJ dan artis lokal, serta pertunjukan trik vaping juga akan meramaikan pameran berkat dukungan Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI) dan Vape Fair Indonesia.

"Secara keseluruhan, pameran tiga hari yang sangat dinanti-nantikan ini menjadi acara terbesar tahun ini, tidak hanya menyoroti pasar Indonesia yang sedang berkembang dan pasar Asia Tenggara yang lebih luas, tetapi juga menjadi ajang pertunjukan vaping culture di Indonesia," jelas Juanita.

Kabid Dana Usaha dan Event APVI, Herwindo Prakoso mengatakan, pasar vape terus meningkat dari tahun ke tahun. Sempat agak menurun di masa pandemi, tetapi kemudian kembali pulih lebih cepat. Tantangan terbesarnya adalah edukasi konsumen. Bagaimana menyuarakan bahwa produk vape sebagai produk harm reduction. Tantangan terbesar berikutnya adalah memperkuat daya saing produk lokal menghadapi produk asing yang banyak memasuki pasar saat ini.

"Pangsa pasar vape saat ini lebih dari 90 persen produsen adalah produsen dalam negeri. Populasi pengguna 95 persen menggunakan produk dalam negeri. Tetapi hal ini dapat berubah drastis apabila pemerintah tidak membuat regulasi yang melindungi produk lokal dari gempuran produk asing yang banyak sekali masuk di tahun 2022," katanya.

Untuk itu, APVI menaruh harapan besar pada ajang IECIE Jakarta Vape Show dapat membuka peluang ekspor bagi produsen, dan dapat memperkuat hubungan antara produsen eliquid lokal dengan produsen device luar negeri agar dapat terjalin kerjasama yang baik.

Rekomendasi