Peneliti dari Negara G20 Bisa Dibiayai BRIN, Ini Syaratnya

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko, mengundang periset negara-negara G20 untuk melakukan riset di Indonesia. Tak hanya itu saja, BRIN juga akan membiayai aktivitas riset yang dilakukan periset tersebut.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Peneliti dari Negara G20 Bisa Dibiayai BRIN, Ini Syaratnya
Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko.. ANTARA

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko, mengundang periset negara-negara G20 untuk melakukan riset di Indonesia. Tak hanya itu saja, BRIN juga akan membiayai aktivitas riset yang dilakukan periset tersebut.

Sejauh ini, BRIN telah menyiapkan 8 skema mobilitas periset, dan 9 skema hibah riset yang nantinya akan tawarkan untuk dikembangkan sebagai join fund rate.

"Intinya kita akan membiayai seluruh aktivitas riset yang dilakukan di Indonesia, dan kita sangat mengundang mereka 'Ayo kita bekerja di Indonesia kita biayai, tapi sebaliknya mereka akan membiayai apa-apa yang dikerjakan di negaranya'," kata Laksana Tri Handoko, dalam konferensi pers Digital, Blue and Green Economy secara hybrid, Rabu (19/10).

Dulu, hal itu belum bisa dilakukan Indonesia. Namun, sejak dibentuk BRIN hal tersebut bisa dilaksanakan, sehingga positioning Indonesia bisa kuat dalam konteks kolaborasi.

"Maka dari proses kolaborasi itulah terjadi transfer pengetahuan, teknologi, dan transfer keterampilan secara alami, dan itu yang kita bangun. Semua G20 itu negara maju dalam hal teknologinya, sehingga memang mitra G20 itu otomatis menjadi mitra kita paling penting dalam hal riset dan inovasi, jadi momen ini sangat pas," ujarnya.

Oleh karena itu, dengan adanya Presidensi G20 Indonesia, BRIN ingin memanfaatkan momentum ini untuk menaikkan posisi Indonesia sebagai mitra potensial kolaborasi untuk riset dan inovasi ke depan dengan negara-negara G20.

"Kita ingin memanfaatkan momentum ini untuk menaikkan posisi Indonesia sebagai mitra potensial kolaborasi untuk riset dan inovasi ke depan bagi negara-negara utama G20," katanya.

Dia menegaskan, riset dan inovasi itu secara alami membutuhkan kolaborasi dan kerjasama dengan tidak hanya multipihak tapi juga multi negara. Sesuai dengan tema BRIN dalam menyambut Presidensi G20 Indonesia Digital, Blue and Green Economy, BRIN ingin lebih menjual potensi Indonesia sebagai negara yang besar, populasinya banyak, dan dengan biodiversitas yang besar pula.

"Bahkan kalau digabung dengan di laut tentu itu menjadi modal kita yang besar untuk menjadi pusat kolaborasi riset dan inovasi. Apalagi setelah terbentuknya BRIN, dan akhir tahun kemarin kita sudah menetapkan semua skema supporting system yang complete untuk ekosistem riset dan inovasi kita," pungkasnya.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6.com

Rekomendasi