BLT Rp2,4 Juta untuk Lansia dan Yatim Piatu Cair November 2022

Direktur Anggaran Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kemenkeu, Putut Hari Satyaka menyampaikan, Kementerian Keuangan saat ini masih menunggu pengajuan pencairan anggaran dari Kemensos.

Rita
Oleh Rita - Reporter
BLT Rp2,4 Juta untuk Lansia dan Yatim Piatu Cair November 2022
rupiah. ©2012 Merdeka.com/arie basuki

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sudah menyiapkan alokasi anggaran tambahan Rp493 miliar kepada Kementerian Sosial (Kemensos), untuk penyaluran bantuan sosial (bansos) dalam bentuk bantuan langsung tunai (BLT) kepada kelompok lanjut usia (lansia), anal yatim piatu, hingga penyandang disabilitas.

Direktur Anggaran Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kemenkeu, Putut Hari Satyaka menyampaikan, Kementerian Keuangan saat ini masih menunggu pengajuan pencairan anggaran dari Kemensos.

Bila sudah dianggarkan, nantinya penyaluran program bansos lansia, yatim piatu dan disabilitas itu juga harus disetujui oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, untuk selanjutnya dieksekusi oleh Kemensos.

"Akan mulai, karena ini sudah dialokasikan di tahun 2022 ini. Kita tunggu Oktober-November ini, November lah," ujar Putut di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (30/9).

Adapun menurut data Kemensos, jumlah lansia berusia lebih dari 80 tahun calon penerima bansos BLT tersebut ada sebanyak 334.023 orang. Kemudian, ada sebanyak 946.863 anak yatim piatu, dan 98.934 orang penyandang disabilitas.

Data Calon Penerima

Namun, Putut mengabarkan, data calon penerima bantuan itu masih dalam proses penggarapan. Kemensos memang sudah menyerahkan proposal, namun ketika itu sudah disetujui jadi anggaran pihak instansi harus memastikan kembali jumlah penerima pastinya.

"Karena yang diusulkan biasanya jauh lebih besar, yang dapat akhirnya cuman segitu. Itu menyesuaikan dengan kondisi, berapa yang mau dipakai," kata Putut.

Putut lantas mencontohkan program permakanan kepada kelompok lansia dan disabilitas yang berasal dari keluarga tunggal, artinya tanpa orang atau anggota lain yang tinggal bersamanya.

"Jadi ada semacam program bahwa Kemensos nanti meng-hire orang untuk datang ke sana, dan makanannya itu sudah jadi. Enggak mungkin dikasih beras ke mereka, orang mereka disable dan lansia juga enggak bisa masak. Tapi ini masih digarap sama Kemensos," tuturnya.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com

Rekomendasi