Survei Nielsen Indonesia melaporkan, angka TV Rating (TVR) bulan Ramadan 2021 mengalami penurunan jika dibandingkan dengan masa Ramadan sebelum pandemi, di 2019. Meski begitu, survei tidak melaporkan angka penurunan yang dimaksud.
Direktur Eksekutif Nielsen Indonesia, Hellen Katherina menyampaikan, salah satu kemungkinan penyebabnya adalah konsumsi media digital, yang sangat terakselerasi sejak pandemi di 2020
"Walaupun Ramadan selalu mendongkrak kepemirsaan, tetapi Nielsen juga mencatat angka TV Rating (TVR) di tahun 2021 lalu," katanya dalam Konferensi Pers Nielsen - Ramadan dalam Endemi, Kamis (24/3).
Survei Nielsen Consumer and Media View di 11 kota besar menunjukkan adanya peningkatan konsumsi dan waktu menggunakan media digital selama masa Ramadan tahun 2021 dibanding dengan 2019. Masing-masing naik sebesar 24 persen dan 35 persen.
"Peningkatan ini, karena masyarakat mencari sumber hiburan baru di digital selama masa Ramadan, terlihat dari aktivitas yang mereka lakukan. Menonton video dan berbelanja secara online, mendengarkan music dan bermain games adalah aktivitas yang kami catat mengalami peningkatan paling signifikan," bebernya.
Advertisement
Dari sisi kebiasaan Nielsen juga mencatat adanya hobi-hobi baru yang muncul selama pandemi dan kemungkinan akan tetap bertahan walaupun masa pandemi telah berakhir, seperti memasak dan juga berkebun. Secara perlahan aktivitas berolahraga juga menunjukkan peningkatan di tahun 2021, khususnya yang tipenya perorangan, seperti jogging.
"Sejumlah perilaku konsumen mengalami beberapa perubahan seperti konsumsi media, kebiasaan dalam berbelanja, dan aktivitas olahraga pada periode tersebut," tutupnya.
Untuk diketahui, survei yang dilakukan Nielsen Media Indonesia melibatkan 12.000 responden dari rentang usia. Survei dilakukan di 11 kota besar di Indonesia.