Nielsen Indonesia memprediksi jumlah pemudik di musim Lebaran Idul Fitri 2022 mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Tak hanya itu, Nielsen juga memperkirakan moda transportasi umum akan mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya yang terbatas pada kendaraan pribadi.
"Kami memprediksi tahun 2022 ini perjalanan mudik keluar kota semakin meningkat dengan pilihan moda transportasi yang lebih beragam. Ini bisa menjadi moment emas bagi online travel/ticketing dan kesempatan aktivasi branding sepanjang jalur mudik," ujar Direktur Eksekutif Nielsen Indonesia, Hellen Katherina dalam Konferensi Pers Nielsen - Ramadan dalam Endemi, Kamis (24/3).
Hellen menyampaikan, proyeksi peningkatan jumlah pemudik dan pemanfaatan transportasi umum dipicu oleh kebijakan pemerintah yang menghapus aturan wajib tes PCR maupun Antigen bagi pelaku perjalanan yang sudah divaksin hingga dosis kedua. Selain itu, tingginya capaian vaksinasi akan menambah kepercayaan diri masyarakat untuk menggunakan transportasi umum.
"Kita melihat masyarakat akan lebih berani untuk menggunakan transportasi publik, seperti, bis, kereta, pesawat, dan lainnya. Ini akan menggairahkan bisnis online travel, online ticketing, pariwisata, dan aktivasi branding di jalur mudik," bebernya.
Maka dari itu, pelaku usaha terkait diminta bersiap mengantisipasi peningkatan permintaan dari masyarakat pada periode Lebaran Idul Fitri tahun ini. Menyusul, sinyal pemerintah untuk memberikan lampu hijau untuk melakukan perjalanan mudik kian menguat.
"Artinya, ini kabar baik bagi pengusaha tiket dan lainnya, pemudik tahun ini akan meningkat di banding 2021," tutupnya.
Advertisement
Jokowi: Mudik Lebaran Dipersilakan, Syaratnya Sudah 2 Kali Vaksin dan Booster
Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyampaikan pemerintah mempersilakan masyarakat mudik pada Hari Raya Idulfitri 2022. Masyarakat yang ingin mudik ke kampung halaman harus sudah disuntik vaksin Covid-19 2 kali dan mendapat vaksin booster atau penguat.
"Bagi masyarakat yang ingin melakukan mudik lebaran juga dipersilakan, juga diperbolehkan, dengan syarat sudah mendapatkan 2 kali vaksin dan 1 kali booster, serta tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat," jelas Jokowi dalam konferensi pers di Youtube Sekretariat Presiden, Rabu (23/3/2022).
Menurut dia, pemerintah juga melakukan sejumlah pelonggaran aktivitas masyarakat saat bulan Ramadan tahun ini. Hal ini menyusul kondisi Covid-19 di Indonesia yang terus membaik.
Pada tahun ini, kata Jokowi, umat muslim dapat kembali menjalankan ibadah salat tarawih berjemaah di Masjid. Namun, dia menekankan masyarakat harus tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.
"Situasi pandemi yang membaik juga membawa optimisme menjelang datangnya bulan suci Ramadan. Tahun ini umat muslim dapat kembali menjalankan ibadah salat tarawih berjamaah di Masjid dengan tetap menerapkan protokol kesehatan," katanya.
Di sisi lain, Jokowi melarang para pejabat dan pegawai pemerintah untuk melakukan acara buka bersama dan open house saat Lebaran 2022. Dia berharap kondisi Covid-19 dapat tetap terkendali saat Ramadhan dan Hari Raya Idulfitri.
"Semoga tren yang semakin membaik ini dapat kita pertahankan. Saya minta kita semuanya tetap menjalankan protokol kesehatan, disiplin menggunakan masker, rajin mencuci tangan, dan menjaga jarak," tutur Jokowi.