Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahudin Uno memuji, Banyuwangi terkait kebangkitan pariwisata. Menurutnya, pengembangan wisata di Banyuwangi tidak hanya terjadi saat ini, tapi telah dilakukan beberapa tahun lalu.
"Saya hanya ingin mengapresiasi karena Banyuwangi itu ekosistem pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan di tingkat kabupaten yang sedang kita replikasikan ke seluruh wilayah Indonesia," katanya dalam Forum Ekonomi Merdeka, Senin (28/2).
Menteri Sandiaga menyebut, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi bersama Kementerian Parekraf telah meluncurkan 70 event melalui program Banyuwangi Festival. Ini merupakan bentuk kebangkitan pariwisata Banyuwangi berbasis event.
"Jadi thank you so much ibu Ipuk (Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani)," ujarnya.
Mantan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) ini mengatakan salah satu desa di Banyuwangi yakni Osing Kemiren telah memenangkan ajang Desa Wisata Award 2021 yang digelar Kementerian Parekraf. Tahun ini, Kementerian Parekraf kembali membuka ajang pemberian penghargaan kepada desa-desa wisata yang memiliki prestasi melalui Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022.
Menteri Sandiaga berharap, Banyuwangi kembali mendaftarkan desanya untuk berpartisipasi dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia 2022.
"Tahun ini kita harapkan lebih banyak lagi pesertanya dari Banyuwangi. Mohon dukungan dari Ibu Bupati. Kita tunggu desa-desa wisata terbaik yang didaftarkan," ucapnya.
Advertisement
Pariwisata Tarakan
Selain Banyuwangi, Menteri Sandiaga juga memuji Kota Tarakan. Pria kelahiran 28 Juni 1969 ini mengaku pernah mengunjungi Tarakan. Di sana, terdapat kawasan Mangrove, budidaya rumput laut, udang, kerang, serta kepiting.
Dia mendorong desa yang mengembangkan budidaya tersebut mengikuti ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia 2022. "Ini mohon juga bisa didaftarkan untuk desa wisata," pintanya kepada Wali Kota Tarakan, Khairul.
Ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia dibuka hingga 31 Maret 2022. Diharapkan sedikitnya 3.000 desa masuk dalam ajang ini. Terdapat tujuh kategori yang dilombakan yaitu daya tarik pengunjung yang memiliki keunikan dan keaslian alam dan buatan, homestay, suvenir, digital dan kreatif, toilet umum, CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Environmental Sustainability), dan kelembagaan desa.