OVO Tegaskan Tidak Punya Layanan Investasi Reksadana

OVO (PT Visionet Internasional) menegaskan bahwa OVO Investasi Reksadana yang tertera dalam Siaran Pers Satgas Waspada Investasi (SWI) pada 17 Februari 2022 adalah akun grup Telegram palsu. Akun itu tidak memiliki kaitan sama sekali dengan OVO sebagai penerbit uang elektronik yang memiliki izin resmi dari BI.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
OVO Tegaskan Tidak Punya Layanan Investasi Reksadana
OVO. ©2018 ovo.id

OVO (PT Visionet Internasional) menegaskan bahwa OVO Investasi Reksadana yang tertera dalam Siaran Pers Satgas Waspada Investasi (SWI) pada 17 Februari 2022 adalah akun grup Telegram palsu. Akun itu tidak memiliki kaitan sama sekali dengan OVO sebagai penerbit uang elektronik yang memiliki izin resmi dari Bank Indonesia, maupun dengan seluruh perusahaan yang terafiliasi dengan OVO.

“Kami menegaskan bahwa akun Telegram investasi yang mengatasnamakan OVO tersebut merupakan akun palsu dan bukan bagian dari kelompok perusahaan uang elektronik OVO. Kami merasa sangat dirugikan karena nama OVO telah disalahgunakan secara ilegal dan melanggar hukum," ujar Karaniya Dharmasaputra, Presiden Direktur OVO, Jakarta, Minggu (20/2).

Karaniya berterima kasih atas langkah tegas OJK, BI dan pemerintah yang terus
memberantas akun-akun palsu yang berupaya menipu masyarakat luas. Pihaknya terus
berkoordinasi dengan aparat dan pihak Telegram agar akun-akun palsu yang telah memalsukan dan mencatut nama banyak perusahaan tekfin, bank, dan lembaga keuangan terkemuka lainnya ini, segera diberantas.

Beberapa hari lalu, Satgas Waspada Investasi telah menutup 21 entitas yang melakukan kegiatan ilegal berkedok investasi. Oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab tersebut memalsukan nama sejumlah perusahaan termasuk OVO dan Mandiri Investasi.

“Harapan kami, pihak berwajib dapat segera menindak para pelakunya sehingga masyarakat terhindar dari penipuan. Kami juga berterima kasih atas klarifikasi dan penegasan dari SWI kepada media bahwa ‘OVO Investasi Reksadana’ tersebut tidak ada sangkut pautnya dengan OVO untuk menghindari kebingungan di masyarakat,” jelasnya.

Rekomendasi