Bandara Juanda dan I Gusti Ngurah Rai untuk Perjalanan Luar Negeri

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, pemerintah akan kembali menyesuaikan regulasi pintu keluar masuk internasional di wilayah Jawa-Bali. Seperti membuka 2 bandara untuk perjalanan luar negeri, termasuk umrah.

Siti Nur Azzura
Oleh Siti Nur Azzura - Reporter
Bandara Juanda dan I Gusti Ngurah Rai untuk Perjalanan Luar Negeri
Bandara Juanda. ©blogspot.com

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, pemerintah akan kembali menyesuaikan regulasi pintu keluar masuk internasional di wilayah Jawa-Bali. Seperti membuka 2 bandara untuk perjalanan luar negeri, termasuk umrah.

Bandara pertama yang dibuka adalah Bandara Juanda, Surabaya kedatangan Warga Negara Asing (WNA) dan Warga Negara Indonesia (WNI) yang bukan berstatus pekerja migran Indonesia. Selain itu, pemerintah juga membuka Bandara Juanda untuk perjalanan umrah.

"Pemerintah akan membuka keberangkatan dan kedatangan jemaah umrah melalui Bandara Juanda, Surabaya," kata Luhut dalam konferensi pers di Jakarta, dikutip Antara, Senin (14/2).

Bandara kedua adalah Bandara I Gusti Ngurah Rai dan pintu laut di Bali yang akan dibuka untuk WNA dan WNI yang bukan berstatus pekerja migran Indonesia dengan segala tujuan, tidak hanya wisatawan.

Luhut menyampaikan, COVID-19 varian Omicron diprediksi hanya dua kali lebih parah ketimbang flu biasa. Hal itu berdasarkan penelitian luar negeri yang mengonfirmasi bahwa tingkat kematian akibat COVID-19 kini telah menurun.

"Pada pertengahan 2020 Virus Corona dideteksi 13 kali lebih mematikan ketimbang flu biasa. Namun pada 2022, varian Omicron diprediksi hanya dua kali lebih mematikan dari penyakit flu. Jadi, Omicron ini hanya dua kali lebih parah dari penyakit flu," tandasnya.

Rekomendasi