PT Sucofindo dan PT Indofarma Tbk berkolaborasi dalam mengoperasikan Pusat Logistik Berikat (PLB) di salah satu lokasi milik perusahaan yang tergabung dalam Holding BUMN Farmasi pada Jumat (11/2).
Kedua perusahaan mendatangani nota kesepahaman optimalisasi aset untuk PLB yang dilakukan oleh Direktur Komersial PT Sucofindo Darwin Abas dan Direktur Utama PT Indofarma Tbk Arief Pramuhanto.
Darwin Abas menjelaskan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari inisiatif strategis bersama dan sinergi antar-BUMN. Melalui kolaborasi untuk membangun kerja sama dengan PT Indofarma Tbk, PT Sucofindo berkesempatan mengoperasikan Pusat Logistik Berikat (PLB) di salah satu lokasi milik PT Indofarma Tbk.
"Kami berharap kerja sama antara PT Sucofindo dan PT Indofarma Tbk dalam bidang optimalisasi aset ini dapat membantu proses bisnis para pelaku usaha di bidang industri secara umum dan PT Indofarma Tbk secara khusus, serta mampu menciptakan sinergi dalam kegiatan bisnis dan pencapaian pendapatan baik bagi PT Sucofindo maupun PT IIndofarma Tbk," ujar Darwin saat penandatanganan Nota Kesepahaman Optimaliasi Aset, Jumat (11/2).
Arief Pramuhanto menyampaikan, dengan adanya PLB ini, selain bertujuan untuk mengoptimalisasi aset perusahaan tentunya memberikan dampak positif lainnya bagi Indofarma yang merupakan perusahaan manufaktur farmasi, karena PLB memiliki banyak manfaat.
Advertisement
Tingkatkan Daya Saing
Harapannya, dapat meningkatkan daya saing produk melalui efisiensi proses produksi melalui penyediaan bahan baku industri secara lebih cepat dan tepat, dengan dukungan fasilitas fiskal yang diperoleh dari PLB.
Arief menambahkan bahwa melalui kolaborasi antara PT Sucofindo dan PT Indofarma Tbk ini, kedua belah pihak sepakat untuk dapat saling memberikan manfaat dan nilai tambah sesuai dengan kapabilitasnya masing-masing.
"PT Sucofindo dan PT Indofarma Tbk berkomitmen untuk terus mendukung ekosistem bisnis kesehatan maupun industri lainnya di Indonesia melalui penyediaan layanan logistik yang terintegrasi. Sehingga dapat menurunkan biaya logistik dan transportasi yang pada akhirnya dapat meningkatkan kemajuan industri nasional," tutup Arief.