Di kalangan anak muda masa kini, konsep gaya hidup hemat (frugality) dan minimalis (minimalism) telah menjadi tren. Tidak sedikit dari mereka yang sudah mulai menjalani dua gaya hidup ini.
Seperti sama namun tak serupa. Dua gaya hidup ini sama-sama punya tujuan untuk memiliki hidup yang berkelanjutan dengan mengurangi konsumsi barang yang tidak diperlukan. Tetapi dalam beberapa hal dua gaya hidup ini memiliki perbedaan.
Apa saja perbedaannya? Simak ulasannya yang telah dirangkum merdeka.com dari berbagai sumber.
Advertisement
Gaya Hidup Hemat
Hidup dengan berhemat tidak sama dengan pelit. Hidup hemat biasanya mengacu pada cara seseorang menggunakan uangnya dalam berkonsumsi.
Orang yang berhemat bisanya sudah puas dengan yang tengah dimiliki sehingga menghindari pengeluaran yang berlebihan. Biasanya mereka juga tidak peduli dengan tren yang tengah digandrungi orang lain.
Namun bukan, bukan berarti orang dengan gaya hidup hemat tidak pernah menggunakan uangnya dan memilih menyimpannya. Sebaliknya, mereka sangat berhati-hati dalam membuat keputusan.
Orang yang berhemat biasanya membeli barang yang berkualitas meskipun harganya mahal. Menurutnya, barang dengan kualitas bagus bisa bertahan lebih lama dan bisa menjadi investasi jangka panjang.
Setidaknya ada tiga karakteristik utama dalam gaya hidup hemat. Pertama, merasa nyaman dengan tidak mudah terpengaruh dengan tren. Orang dengan gaya hidup hemat tidak akan peduli dengan perkembangan tren.
Tidak peduli dengan pendapat orang lain yang mencemooh dirinya yang membeli kendaraan bekas. Mereka juga berani mengatakan tidak pada ekspektasi masyarakat tentang yang sedang tren.
Kedua, menemukan nilai uang dalam setiap pengeluaran. Bagi mereka uang membutuhkan tujuan dan nilai yang diberikan kepadanya. Uang akan semakin bernilai atau digunakan untuk hal bermanfaat ketimbang membeli sneakers keluaran terbaru.
Ketiga, tetap sadar tentang bedanya kebutuhan dan keinginan. Mereka dengan gaya hidup hemat memeriksa praktik pengeluaran secara teratur dan menahan diri. Uang harus dialokasikan untuk kebutuhan terlebih dahulu
Sementara keinginan harus dipikirkan baik-baik sebelum memenuhinya. Hidup hemat berarti menahan diri untuk segera membeli keinginan tersebut.
Advertisement
Gaya Hidup Minimalis
Berbeda dengan gaya hidup hemat, hidup minimalis mengacu pada pengurangan barang yang dimiliki untuk menjalani hidup yang lebih sederhana, tidak berantakan dan fleksibel. Konsep ini sangat cocok bagi mereka yang tidak ingin mau terbebani hal-hal fisik atau masalah yang berhubungan dengan keuangan.
Orang dengan gaya hidup minimalis lebih suka bepergian pada saat itu juga. Mengemas semua yang mereka miliki ke dalam satu tas dan menyewa/meminjam atau membeli barang sesuai dengan kebutuhan. Mereka lebih menyukai cara ini daripada menyimpan barang yang digunakan untuk sesekali saja.
Gaya hidup minimalis dalam beberapa waktu terakhir ini tengah menjadi tren. Bahkan telah menjadi simbol status gaya hidup modern dan tidak mencolok.
Berbeda dengan gaya hidup hemat, hidup minimalis ini biasanya banyak menghabiskan uang. Mereka tidak selalu berhemat dalam menjalani hidup. Melainkan bisa dengan mudah mengeluarkan uang untuk menciptakan ruang yang sesuai dengan filosofi hidup mereka.
Memilih untuk menjalani gaya hidup minimalis ditandai dengan kejelasan, tujuan, dan kesengajaan. Pada intinya, menjadi seorang penganut hidup minimalis berarti dengan sengaja mempromosikan hal-hal yang paling kita hargai dan menghilangkan segala sesuatu yang mengalihkan perhatian kita darinya.
Ini adalah kehidupan yang memaksakan intensionalitas yang berdampak pada perbaikan di hampir semua aspek kehidupan. Intensionalitas terlihat berbeda untuk semua orang, karena tidak ada dua individu yang sama, tetapi hal ini mengharuskan masing-masing kita untuk menyelam lebih dalam dan menjadi lebih introspeksi tentang nilai-nilai dan hasrat dalam hidup.