Pengusaha Buka-bukaan Manfaat Kebijakan Penangkapan Terukur KKP

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) membuat terobosan penangkapan terukur untuk 11 Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI), serta pengembangan perikanan budidaya untuk komoditas berorientasi ekspor, khususnya udang. Pelaku usaha perikanan domestik diharapkan menangkap peluang yang ada.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pengusaha Buka-bukaan Manfaat Kebijakan Penangkapan Terukur KKP
Nelayan. ©2021 Merdeka.com

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) membuat terobosan penangkapan terukur untuk 11 Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI), serta pengembangan perikanan budidaya untuk komoditas berorientasi ekspor, khususnya udang. Pelaku usaha perikanan domestik diharapkan menangkap peluang yang ada untuk dapat meningkatkan kapasitas usaha.

Co Founder & Executive Chairman Padang & Co, Adam Lyle mengatakan, kebijakan penangkapan terukur yang ditetapkan oleh KKP sesuai untuk menjawab tantangan global mengenai tingginya praktik illegal fishing. Sejalan dengan itu, kebijakan tetap dapat mendorong minat investasi lantaran memberikan kepastikan usaha secara berkelanjutan dengan selalu tersedianya sumber daya ikan.

"Yang kita semua tahu adalah illegal fishing menyebabkan over fishing. Kita mengorbankan laut. Kita tidak bisa melanjutkan perikanan. Jadi regulasi yang didukung oleh data dan solusi yang kita butuhkan untuk mengelola ini," kata Adam dalam konferensi pers, Jakarta, Kamis (20/1).

Adam mengatakan, hal ini perlu diatur agar manusia tidak hanya memikirkan keuntungan. "Kita bisa melihat area yang appropriate yang dapat kita develop untuk persediaan yang berkelanjutan. Kita tidak bisa terus mengambil ikan dengan cara yang unregulated," paparnya.

Dia juga menyinggung pentingnya data dalam mendorong tumbuhnya investasi di bidang kelautan dan perikanan. Data menjadi acuan usaha yang digeluti dapat berkembang pesat nantinya.

"Data di banyak level, seperti kesehatan ikan, mengelola tambak/kolam, traceability. Ini adalah kesempatan yang besar yang belum diketahui banyak orang. Dengan data, kamu tidak hanya menjadi seorang nelayan, namun juga sebagai analis. Ini adalah kesempatan yang luar biasa bagi banyak orang," pungkas Adam.

3 Program Unggulan

KKP sendiri memiliki 3 program unggulan sampai tiga tahun mendatang meliputi penangkapan ikan terukur, pengembangan ikan budidaya berbasis ekspor, dan pengembangan kampung ikan budidaya sesuai kearifan lokal.

"Untuk program-program unggulan seperti misalnya penangkapan dan budidaya yang terus akan kita dorong untuk bisa menjadi daya tarik minat investasi dan menjadi sangat penting tentunya ke depan investasi ini bisa kita raih," kata Direktur Usaha dan Investasi Ditjen PDSPKP KKP, Catur Sarwanto.

Dalam perkembangannya, pada 2021 sektor budidaya, penangkapan dan pengolahan ini menjadi daya tarik sendiri bagi investor. Bahkan kini sudah banyak investor dari dalam dan luar negeri yang bertanya terkait minatnya untuk berinvestasi di sektor tersebut.

"Tahun lalu itu Singapura cukup tertarik dan juga ini beberapa yang sudah mulai tertarik dari Cina itu sudah mulai masuk. Tentu hal ini harus kita tangkap, hal yang nanti terkait dengan regulasi baru harus kita informasikan sehingga kita ingin memulai menyiarkan regulasi-regulasi yang baru terkait dengan 3 terobosan harus diinformasikan secara luas," jelasnya.

Nantinya, KKP akan mengadakan sebuah forum untuk memberikan edukasi dan ruang bagi para investor atau calon investor supaya bisa menanyakan lebih lanjut lebih detail terkait investasi di ketiga program unggulan itu.

"Kita akan mengadakan semacam forum investasi dan yang biasa kita adakan itu marine dan fisheries business and investment. Forum ini rencana kita akan adakan di bulan Maret antara minggu ketiga atau Minggu ke-4," ujarnya.

Dalam forum itulah, calon investor dari luar negeri maupun dari dalam negeri akan mendapatkan informasi dan KKP akan memberikan ruang untuk bisa mendapatkan data peluang-peluang investasi di Kelautan dan Perikanan, khususnya dalam 3 program unggulan KKP.

"Hal ini tentu sebagai upaya kita untuk mengakselerasi dan kita nanti akan melakukan proses lebih lanjut," pungkas Catur.

Rekomendasi