Pemerintah Kembali Genjot Padat Karya Lewat Program PEN

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemerintah akan menggenjot program padat karya di tahun ini melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Tahun ini, program padat karya akan masuk masuk ke dalam bidang penguatan pemulihan ekonomi.

Siti Nur Azzura
Oleh Siti Nur Azzura - Reporter
Pemerintah Kembali Genjot Padat Karya Lewat Program PEN
Menkeu Sri Mulyani Indrawati. ©Dok. Kemenkeu

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemerintah akan menggenjot program padat karya di tahun ini melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Tahun ini, program padat karya akan masuk masuk ke dalam bidang penguatan pemulihan ekonomi.

Dia menjelaskan, program padat karya tak bisa gencar dilakukan saat ini seiring dengan aturan pembatasan sosial sebagai dampak COVID-19.

"Untuk program padat karya permasalahannya karena waktu terjadi COVID-19 varian Delta, program ini tidak mungkin dilanjutkan," kata Sri Mulyani dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Jakarta, dikutip Antara, Rabu (19/1).

Dengan permasalahan tersebut, anggaran program prioritas dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) hanya terserap 89,3 persen dari alokasi Rp117,94 triliun, yakni Rp105,4 triliun. Realisasi tersebut merupakan yang terendah kedua setelah dukungan UMKM dan korporasi, di antara lima klaster program PEN 2021.

Selain padat karya, program prioritas lainnya yang akan dilanjutkan pada tahun ini adalah program kawasan industri dan dukungan ekonomi kreatif. Namun, kedua program tersebut juga mengalami beberapa masalah pada tahun 2021, sehingga tidak bisa berjalan penuh dan menyebabkan anggaran yang sudah disediakan dikembalikan lagi.

"Untuk kawasan industri masalahnya ada di pembebasan lahan," ungkap dia.

Dengan demikian, dia pun akan menata ulang kembali program-program tersebut agar serapan anggarannya dalam PEN 2022 tak seperti tahun sebelumnya.

Rekomendasi