Pengalihan rute penerbangan sejumlah maskapai dari Bandara Halim Perdanakusuma ke Pondok Cabe dinilai tidak akan mengurangi minat masyarakat menggunakan jasa transportasi udara. Apalagi, lokasi bandara masih mudah diakses dan berprospek.
"Diprediksi bila nanti terjadi pengalihan rute penerbangan, hal tersebut dianggap tidak mengurangi minat para calon penumpang," kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno dalam keterangan resminya, Jakarta, Selasa (4/1).
Sandiaga mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait. Utamanya dengan Kementerian Perhubungan dan Angkasa Pura demi memastikan kelancaran para pengguna bandara, baik itu Bandara Pondok Cabe maupun Bandara Budiarto Curug.
Dia ingin memastikan kesiapan fasilitasnya hingga alur keberangkatan dan kedatangannya ini akan kita koordinasikan dan kolaborasikan dengan komprehensif. "Kami akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait," kata dia.
Sebelumnya, beredar kabar bandara yang berlokasi di Jakarta Timur ini akan ditutup mulai 1 Januari 2022. Namun Sandi menyebutkan hingga saat ini, Kementerian Perhubungan menyatakan Bandara Halim Perdanakusuma tetap beroperasi normal.
Tetapi jika perpres sudah terbit dan revitalisasi Bandara Halim Perdanakusuma dimulai, maka sejumlah penerbangan akan dialihkan. Misalnya pesawat dengan wide body dan narrow body dialihkan ke bandara Soekarno Hatta, dan ATR ke Bandara Pondok Cabe.