ADB: Pengiriman Uang ke Kawasan Asia Pasifik Naik 6,7 Persen di 2021

Bank Pembangunan Asia (ADB) memprediksi, secara absolut, pengiriman uang ke wilayah tersebut diperkirakan akan meningkat sebesar USD 21,2 miliar tahun ini dan USD 19,8 miliar dolar AS tahun depan. Sedangkan arus masuk ke kawasan itu tahun lalu mencapai USD 314 miliar.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
ADB: Pengiriman Uang ke Kawasan Asia Pasifik Naik 6,7 Persen di 2021
ATM . Merdeka.com/Dwi Narwoko

Pengiriman uang ke kawasan Asia Pasifik dari warga yang bekerja di luar negeri diprediksi tumbuh 6,7 persen tahun ini dan meningkat 5,9 persen tahun depan. Hal ini didukung oleh pelonggaran lebih lanjut pembatasan Covid-19 di negara-negara maju.

Bank Pembangunan Asia (ADB) memprediksi, secara absolut, pengiriman uang ke wilayah tersebut diperkirakan akan meningkat sebesar USD 21,2 miliar tahun ini dan USD 19,8 miliar tahun depan. Sedangkan arus masuk ke kawasan itu tahun lalu mencapai USD 314 miliar.

Rata-rata, kawasan Asia Pasifik diperkirakan menyumbang sekitar 63,4 persen dari total peningkatan pengiriman uang global pada tahun 2021 dan 2022, kata ADB.

Dikatakan, penerimaan pengiriman uang di seluruh dunia dapat meningkat sebesar 4,8 persen atau USD 34 miliar pada tahun 2021 dan sebesar 4,2 persen atau USD 30,7 miliar pada tahun 2022.

Sekitar 60 persen dari arus masuk remitansi ke kawasan Asia-Pasifik kemungkinan akan datang dari Inggris, Amerika Serikat dan Uni Eropa, sementara hampir 30 persen akan berasal dari Timur Tengah, katanya.

ADB telah memangkas perkiraan pertumbuhannya untuk negara-negara berkembang Asia - sekelompok 45 negara di kawasan Asia-Pasifik - untuk tahun ini dan selanjutnya akibat risiko dan ketidakpastian yang ditimbulkan oleh varian Virus Corona Omicron.

Rekomendasi