Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut bahwa peredaran uang kartal naik menjadi Rp154,5 triliun saat periode Idulfitri 2021. Peredaran uang mengalami kenaikan 41,5 persen jika dibandingkan dengan Idulfitri pada 2020.
"Tadi pagi saya mendapatkan laporan periode idulfitri itu ada peredaran uang kartal itu Rp154,5 triliun. dibanding 2020 idulFitri 2020 ada kenaikan 41,5 persen kenaikannya. Ini positif, menambah optimisme kita," katanya saat memberikan pengarahan secara virtual kepada kepala daerah se-Indonesia dalam akun YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (18/5).
Walaupun demikian, dia meminta agar Gubernur, Walikota, dan Bupati tetapi hati-hati masalah Covid-19. Sementara itu dia melihat dari pertumbuhan ekonomi kuartal pertama per provinsi semuanya negatif.
Tetapi ada beberapa daerah yang positif yaitu Riau yaitu 0,41 Kuartal pertama ini, Papua positif 14,285 yang paling tinggi Papua sulteng 6,26 persen, Jogja 6,4 persen.
Sementara itu Sulawesi Utara 1,87 persen, Sulawesi Utara 0,06 persen, NTT 0,12 persen, Papua Barat 1,47 persen, Bangka Belitung 0,97 persen, Maluku Utara 13,45 persen.
"Yang lain masih negatif semuanya, berarti yang positif ada 10 provinsi yang positif. artinya yang 24 masih negatif semuanya," bebernya.
Sebab itu dia meminta seluruh pihak harus bekerja keras agar kuartal kedua bisa mencapai target.
"Semua provinsi kita harapkan sudah positif di Kuartal kedua ini. Tapi hati-hati Urusan covid tetap harus ditekan jangan hanya melihat satu sisi ekonomi tidak melihat Sisi kesehatan dua-duanya harus dijalankan beriringan," katanya.