Insan Pariwisata Indonesia (IPI) menyatakan siap menjadi motor untuk membangkitkan industri pariwisata nasional. Ini sebagai bentuk dukungan organisasi yang beranggotakan para pelaku industri dan UMKM ini untuk membantu pemerintah dalam mempercepat pemulihan pariwisata Indonesia yang terpuruk akibat pandemi Covid-19.
"IPI harus menjadi bagian terdepan dalam pemulihan industri pariwisata dengan melakukan inovasi baru, pendekatan baru dan protokol Cleanliness, Healthy, Safety and Environmental Sustainability (CHSE)," ungkap Pembina Insan Pariwisata Indonesia (IPI), Guntur Subagja Mahardika, di Jakarta, Senin (18/1).
Dia mengatakan, sektor pariwisata adalah industri yang melibatkan berbagai sektor kegiatan ekonomi. Selain pelaku industri pariwisata itu sendiri, juga melibatkan ekonomi kreatif, UMKM, pertanian dan perikanan, transportasi, dan sektor-sektor lainnya. Sehingga mampu menciptakan lapangan kerja yang besar.
"Saat ini ada 64 juta UMKM yang menyerap lapangan kerja sekitar 107 juta orang, namun sebagian besar mereka terdampak pandemi sehingga mengalami PHK, dirumahkan, bahkan usahanya tutup," jelasnya.
Sebagai bentuk dukungan IPI bersama-sama sektor lainnya juga sudah memulai membangkitkan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja. Salah satunya yakni dapat mengembangkan wisata desa.
"Bapak Wakil Presiden memiliki program Dewa Dewi, yaitu Desa Wisata Agro dan Desa Wisata Industri. Sektor ini dapat menghidupkan ekonomi desa dan melahirkan lapangan kerja bagi warga setempat dan menghidupkan UMKM," kata Guntur yang juga Asisten Staf Khusus Wakil Presiden RI.