Perusahaan furnitur raksasa asal Swedia, IKEA menyuarakan rencananya dalam membangun usaha furnitur rumah bekas. Diketahui pada bulan depan, setiap orang dapat menjual kembali perabot atau furnitur yang sudah tidak lagi dibutuhkan pada IKEA, dan mereka berhak mendapat potongan belanja 50 persen untuk bisa berbelanja di IKEA.
Dilansir dari BBC, inisiatif ini akan diluncurkan bertepatan dengan black friday (hari untuk para Jomblo).
"Kami meluncurkan program ini dengan harapan dapat membuat gaya hidup berkelanjutan lebih sederhana dan dapat diakses siapa saja. Sehingga, hal ini akan membantu konsumen dalam berpartisipasi melawan konsumsi berlebihan, khususnya pada perayaan black friday di tahun ini dan tahun berikutnya," mengutip keterangan IKEA dikutip dari BBC.
Berdasarkan skema yang ditentukan, nantinya IKEA akan memberikan pelanggannya voucher untuk dibelanjakan di toko, yang nilainya akan bergantung pada kondisi barang yang mereka kembalikan. Pelanggan harus mencatat barang yang ingin mereka kembalikan dan kemudian akan diberi perkiraan nilai barangnya.
Barang yang kualitasnya masih seperti baru, tanpa ada goresan, akan mendapatkan diskon 50 persen dari harga asli, sedangkan item dengan goresan kecil akan mendapatkan 40 persen dan lalu jika dengan beberapa goresan, akan mendapatkan 30 persen.
Usai melakukan penilaian barang, para penjual barang harus mengembalikannya secara lengkap ke meja pengembalian sampai akhirnya nanti benar-benar disepakati.
Advertisement
Berlaku di 27 Negara
Penawaran tersebut akan berlaku di 27 negara, dan terbuka untuk furnitur yang biasanya tanpa pelapis, seperti rak buku, kursi, bangku, meja, dan meja makan. Ikea mengatakan bahwa apapun yang tidak bisa dijual kembali nantinya akan didaur ulang.
Oleh karena itu, IKEA berencana untuk memiliki area khusus di setiap toko tempat orang dapat menjual kembali furnitur lama mereka dan menemukan furnitur yang diperbaiki atau diperbarui. Terlebih, perusahaan ini telah memulai koleksi pertamanya pada tahun 1948 dan beberapa produk IKEA antik bahkan dikoleksi dalam beberapa tahun terakhir.
Sebuah situs lelang bahkan kembali melibatkan sejumlah desain Ikea dari dekade sebelumnya, dan beberapa furnitur legendaris dijual dengan harga ribuan pound.
Bersamaan dengan langkah IKEA untuk menjadi ramah lingkungan, IKEA memiliki visi untuk menjadi bisnis yang sepenuhnya melingkar dan dapat menciptakan iklim positif setidaknya hingga tahun 2030
Bisnis melingkar yang dimaksudkan IKEA adalah bisnis yang menggunakan kembali atau mendaur ulang bahan dan produk. Awal bulan ini, perusahaan tersebut merencanakan akan membuka toko terbaru di bulan ini. Perusahaan Swedia tersebut diperkirakan akan membuka 50 toko di seluruh dunia, termasuk di Inggris akan menambah 445 toko yang saat ini dijalankan oleh merek tersebut.
Waralaba terbesar IKEA mengatakan permintaan meningkat setelah adanya lockdown, karena orang-orang berusaha memperbaiki rumah mereka. Angka terbaru menunjukkan penjualan di tahun ini per bulan Agustus adalah sebesar 36 Miliar Pondsterling (setara Rp600 Triliun).
Reporter Magang: Theniarti Ailin