Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi melakukan pengecekan terhadap keluhan pelanggan PLN yang tagihan listriknya meningkat signifikan. Di mana Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) ikut dilibatkan untuk melakukan pengecekan dari sejumlah laporan yang masuk.
Dari hasil pengecekan, BSSN menilai pencatatan meteran PLN yang masih manual menjadi kendala utama dalam kesalahan pencatatan meter. Sebab pencatatan meteran yang saat ini diterapkan masih menggunakan sistem manual.
"Tapi ada kelemahannya juga, pencatatan manual," kata Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers virtual, Jakarta, Kamis (10/9).
Untuk itu, BSSN meminta PLN untuk memindahkan pencatatan manual dengan menggunakan sistem Automatic Meter Reading (AMR) secara gradual. Rencana migrasi ini pun sudah didengar Purbaya beberapa tahun terakhir, namun hingga kini masih belum bisa diwujudkan.
"Sebenarnya ini sudah saya dengan dari 3 tahun lalu, tapi masih belum ada wujudnya, makanya kami akan minta strategis Mereka seperti apa transformasi seperti ini," tutur Purbaya.
Dia ingin meminta rencana pelaksanaan proyek tersebut kepada PLN dan memonitor pelaksanaannya. Pihaknya akan melakukan kajian dari rencana yang dibuat agar bisa dilakukan secara terukur dan jelas.
Sebab selama ini banyak proyek yang digagas namun jika tanpa pengawasan dalam prosesnya, proyek tersebut tidak berjalan. "Kami harus lihat seperti apa rencana dan targetnya, biasanya mereka punya target tapi suka tidak jalan," kata dia.
Jika sudah sesuai, pihaknya akan melakukan memonitor pelaksanaanya agar berjalan sesuai dengan target yang direncanakannya sendiri. "Kita paksa itu agar jalan," tegas Purbaya.