Jumlah Iklan Tempel di Program TV Melonjak saat Pandemi Covid-19

Perusahaan Informasi dan Pengukuran Global Nielsen melaporkan adanya kenaikan jumlah iklan yang terselip dalam suatu program televisi selama pandemi Covid-19. Kondisi ini justru berbanding terbalik dengan belanja iklan yang ditaruh pada saat commercial break suatu acara TV.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Jumlah Iklan Tempel di Program TV Melonjak saat Pandemi Covid-19
Ilustrasi iklan TV. ©2017 Merdeka.com

Perusahaan Informasi dan Pengukuran Global Nielsen melaporkan adanya kenaikan jumlah iklan yang terselip dalam suatu program televisi selama pandemi Covid-19. Kondisi ini justru berbanding terbalik dengan belanja iklan yang ditaruh pada saat commercial break suatu acara TV.

Executive Director Nielsen Media Hellen Katherina mengatakan, pengiklan kini telah banyak berinovasi dengan mengintegrasikan iklannya di dalam program. Bentuknya bermacam-macam, mulai dari running text hingga super impose.

"Cukup menarik nih, tipe iklan yg terintegrasi semakin berevolusi. Ada misalnya seperti contoh di program olahraga, animasinya ditempel di lapangan. Kemudian iklan bisa ditempel di billboard virtual," kata Hellen dalam sesi teleconference, Selasa (25/8).

Hellen mengutarakan, jenis iklan seperti itu secara angka justru semakin naik saat masa awal pandemi virus corona di Indonesia. Itu berbanding terbalik dengan cara marketing konvensional pada jeda iklan suatu program, yang justru tenggelam saat periode tersebut.

"Terbalik dengan iklan terintegrasi. Titik tertingginya justru di bulan Mei pada saat puasa dan Ramadhan. Bisa jadi pengiklan dengan sengaja memindahkan, mengubah strateginya dari commercial break ke integrasi," tuturnya.

Menurut dia, iklan terintegrasi program tergolong lebih efektif ketimbang ditaruh ketima commercial break, dimana jumlah penontonnya pada saat itu cenderung berkurang.

"Biasanya jangkauan pemirsa tentu lebih tinggi ketika program (berlangsung) ketimbang jeda iklan. Biasanya ketika jeda iklan ada yang pindah chanel, sehingga pasti rating pada saat jeda iklan akan lebih rendah," ujar Hellen.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com

Rekomendasi