Aneh Tapi Nyata, 2 Perusahaan ini Malah Iklankan Larangan Memakai Produknya

Dua perusahaan dunia melakukan hal unik di tengah wabah Virus Corona (Covid-19) saat ini. Pertama, Uber meminta agar pelanggan tidak menggunakan layanan atau produk mereka di tengah wabah virus corona saat ini. Uber meminta pelanggan untuk tidak menggunakan produk mereka, dan mengkampanyekan untuk tetap di rumah saja.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Aneh Tapi Nyata, 2 Perusahaan ini Malah Iklankan Larangan Memakai Produknya
Uber Taxi. © abc.com

Dua perusahaan dunia melakukan hal unik di tengah wabah Virus Corona (Covid-19) saat ini. Pertama, Uber meminta agar pelanggan tidak menggunakan layanan atau produk mereka di tengah wabah virus corona saat ini.

Dilansir dari laman CNN Business, Sabtu (18/4), lewat iklan yang dibuat sedemikian rupa, Uber meminta pelanggan untuk tidak menggunakan produk mereka, dan mengkampanyekan untuk tetap di rumah saja.

Dalam iklan televisi berdurasi 60 detik milik Uber, menunjukkan gambar adegan orang-orang yang dikarantina di rumah. "Tetap di rumah untuk semua orang yang tidak bisa, terima kasih karena tidak naik bersama Uber," mengutip iklan tersebut.

Profesor Annenberg School for Communication di University of Pennsylvania, Joseph Turow, menilai bukan hal yang aneh bagi perusahaan untuk beriklan dengan mencoba memanfaatkan satu kondisi nasional selama masa krisis dan tragedi. Namun dia mengakui jika iklan Uber ini unik, sebab didalamnya berupa ajakan agar tetap di rumah dan tidak menggunakan produknya.

Dia mengatakan jika Uber tetap beroperasi, maka besar kemungkinan penyebaran virus corona akan masif, karena pengendaranya membawa penumpang selama wabah ini.

Sementara Wakil Presiden pemasaran Uber Thomas Ranese, mengatakan perusahaan akan menjalankan iklan selama dua minggu ke depan untuk menekankan pentingnya tinggal di rumah.

Dia menegaskan bahwa pengumuman layanan publik perusahaan identik dengan gerakan, sebagai ungkapan terima kasih karena masyarakat yang diam di rumah dan ini membantu menyelamatkan nyawa.

Sementara itu, produsen otomotif Fiat Chrysler (FCAU) memang tidak secara khusus memberitahu orang-orang untuk tidak membeli mobil. Namun, perusahaan ini berkampanye melalui media sosial dengan menyamapaikan agar masyarakat lebih baik meninggalkan mobil di parkiran saja, dan tidak mengemudi untuk sementara waktu.

Dalam iklannya, FCAU menampilkan cuplikan film komedi Amerika tahun 1993 "Groundhog Day" yang dibintangi Bill Murray. Dalam cuplikan tersebut Murray menikmati pengulangan pada hari yang sama karena kesempatannya untuk mengendarai Jeep, seperti yang dilakukan tempat aslinya. Iklan ini berisi pesan tentang diam di rumah.

"Kami mengerti bahwa setiap hari mulai tampak sama," bunyi iklan itu, sebelum memotong ke iklan asli yang menunjukkan Bill Murray bangun lagi dengan mendengarkan lagu Sonny dan Cher.

"Tetap di rumah, tetap sehat," kata iklan itu. Kemudian muncul gambar sebuah Jeep yang dikemudikan di jalan dengan kata-kata "Ketika ini semua selesai, jalan akan menunggu," yang memberi kesan ingin wabah segera usai wabah ini dan jalan beroperasi normal kembali.

Penjualan mobil AS memang turun tajam selama krisis, dengan banyaknya dealer yang tutup atau membatasi penjualan. "Ini menunjukkan bahwa segala sesuatunya pada akhirnya akan berubah, dan ia berusaha membangun ketertarikan pada produk-produk perusahaan di masa depan, saat kondisi berubah, meski saat ini tidak dapat membeli produk tersebut," tutup Turow.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6

Rekomendasi