Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia menyebut bahwa permintaan investasi saat ini tengah dalam kondisi tertekan akibat penyebaran wabah virus corona (Covid-19).
Dia mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi negara dan realisasi investasi di 2020 jelas akan terjadi koreksi secara besar-besaran lantaran pemerintah lebih fokus untuk menangani dampak penyebaran pandemi tersebut.
"Tetapi pertanyaan berikutnya adalah apakah kita akan berdiam pasrah untuk menerima semua kenyataan ini?," ungkap Bahlil dalam market sounding proyek KPBU SPAM Karian Serpong yang digelar secara daring, Jumat (17/4).
Oleh karenanya, dia mendorong agar pintu investasi tetap bisa terbuka lebar di tengah masa pandemi ini. Salah satunya dengan menggelar sesi penjajakan minat pasar (market sounding) secara virtual.
Bahlil percaya, investasi tetap dapat menghidupkan geliat ekonomi hingga membuka lapangan pekerjaan meski negara tengah berjuang melawan virus corona.
"Nah ketika kondisi seperti ini maka apa yang harus dilakukan? Saya pikir tak ada cara lain bagaimana investasi kita buka di garda terdepan untuk mampu menciptakan lapangan pekerjaan," imbuh dia.
"Karena tanpa investasi saya percaya dan yakin tidak akan mungkin lapangan pekerjaan kita dapat. Tidak akan mungkin dapat pajak, dan mungkin juga akan mengalami sebuah stagnasi ekonomi," tandasnya.
Advertisement
Menteri PUPR Cari Investor
Pemerintah menggelar penjajakan minat pasar (market sounding) secara virtual kepada para investor untuk proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Karian Serpong dengan biaya investasi Rp2,21 triliun.
Acara ini digelar pada Jumat (17/4) siang, serta turut hadir Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia.
Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono percaya bahwa penjajakan minat pasar ini penting digelar meski situasi saat ini sedang tak baik akibat wabah virus corona (Covid-19). Sebab, SPAM Karian memiliki nilai sosial ekonomi yang besar untuk penyediaan air minum bagi warga Jakarta.
"Saya kira suatu karunia dari Allah, walaupun dalam kondisi pandemi Covid-19 kita masih bisa berupaya berkegiatan. Yang kita lakukan ini akan bermanfaat ketika covid sudah berlalu," ujar dia, Jumat (17/4).
Secara jadwal, tanda tangan kontrak dalam skema Kerja sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) untuk SPAM Karian ini diharapkan bisa mulai pada Kuartal IV 2020. Adapun proyeksi nilai investasi pada proyek ini sebesar Rp2,21 triliun.
Market sounding ini dianggapnya merupakan tahap penting dalam pengerjaan SPAM Karian, lantaran kelanjutan proyek akan sangat bergantung pada kucuran dana dari pihak investor.
"Sampai pada tahap market sounding ini merupakan capaian yang tidak main-main. Mungkin sudah lebih dari 60 persen ini pekerjaan, tinggal kita menyelesaikan sisanya. Ini jauh lebih sudah daripada the rest, daripada sisanya," pungkasnya.
Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Sumber: Liputan6.com