PT Pertamina terus menyalurkan bantuan masker bagi petugas medis dan masyarakat yang membutuhkan, guna mencegah penyebaran virus corona. Pembagian masker dilakukan sejak Kamis (5/3) hingga saat ini di 9 Puskesmas dan 49 posyandu di Jakarta Utara serta di SPBU Coco Jl. Sudarso, dengan total keseluruhan 22.000 masker.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman menyatakan Pertamina kembali menyalurkan bantuan masker yang diberikan pada Sabtu (21/3) lalu sebanyak 7.000 masker dan disalurkan kepada 6 Puskesmas di Jakarta Utara, yakni di Kecamatan Cilincing, Puskesmas Kecamatan Pademangan, Puskesmas Kecamatan Kelapa Gading, Puskesmas Kecamatan Tanjung Priok dan Puskesmas Kecamatan Penjaringan serta untuk kantor Walikota Jakarta Utara.
"Pertamina terus berpartisipasi aktif membantu pencegahan virus Covid 19 dengan memberikan bantuan masker bagi petugas medis dan masyarakat umum. Hingga saat ini, masker merupakan bantuan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat," terang Fajriyah, Senin (23/3).
Selain memberikan bantuan masker, Pertamina juga turut memberikan edukasi pencegahan virus Covid-19 dengan membagikan standing banner untuk 6 Puskesmas Kecamatan, 3 Puskesmas Kelurahan Koja dan kantor Walikota Jakarta Utara.
"Dengan adanya banner ini, masyarakat akan terinformasikan tentang penggunaan masker mulut, pentingnya mencuci tangan, bagaimana etika batuk dan bersin di tempat umum, serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat," imbuhnya.
Advertisement
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, pemerintah akan berusaha maksimal demi memastikan ketersediaan masker bagi masyarakat di tengah merebaknya Covid-19. Dia meminta kerjasama produsen masker swasta untuk mencukupi kebutuhan masker masyarakat, sebab kapasitas produksi BUMN saja tidak akan cukup.
"Kami juga dari BUMN memastikan juga terus menjaga keadaan masker karena kebetulan kita punya pabrik sendiri tetapi tidak cukup. Karena itu kita mencoba minta dukungan juga kepada pihak swasta yang memang memproduksi masker juga," ujar dia, dalam Konferensi Pers, di Kawasan Wisma Atlet, Jakarta, Minggu (22/3).
Selain kecukupan masker bagi masyarakat, pemerintah juga berupaya untuk memenuhi kebutuhan alat pelindung diri (APD). Dengan demikian, penanganan Covid-19 dapat dijalankan secara maksimal.
"APD juga kami coba melakukan pengadaan. Karena ini sangat penting sekarang, tetapi juga memang bukan BUMN memiliki. Tetapi berusaha mengadakan pengadaan tersebut semaksimal mungkin," jelas Erick.
Kementerian BUMN juga memastikan ketersediaan obat-obatan yang diperlukan untuk penanganan Covid-19. Hal tersebut sebagaimana yang sudah diperintahkan presiden Joko Widodo alias Jokowi.
Reporter: Pipit Ika Ramadhani
Sumber: Liputan6.com