Kementerian Kesehatan Thailand mengatakan, sejumlah dokter di Thailand berhasil menyembuhkan seorang pasien terinfeksi virus corona dengan memberi kombinasi obat antivirus, yakni kombinasi obat anti-HIV dan flu.
Menanggapi hal itu, Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) Robert Sinto mengatakan, belum ada rilis resmi terkait obat anti-HIV dapat menyembuhkan pasien virus corona.
"Beberapa laporan, statement menyatakan bahwa salah satu obat anti virus HIV dapat dipakai untuk corona virus ini, tapi sampai saat ini belum ada listing resmi bahwa memang obat tersebut akan diberikan dengan semua pasien corona virus," katanya di gedung Graha rumah sakit Pusat Pertamina, Jakarta, Selasa (4/2).
Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan bahwa obat anti virus HIV dan flu dapat dipakai ke depannya untuk pasien penderita virus corona.
"Masalah di depan hari akan di listing obat anti HIV untuk corona virus maka nanti perkembangannya akan dilihat, karena penyakit ini baru satu bulan kan umurnya. Tapi sampai detik ini tidak ada indikasi satu pun dilegalkan," ujarnya.
Advertisement
Dr Kriangsak Atipornwanich di Rumah Sakit Rajavithi Bangkok mengatakan dia menangani pasien virus corona perempuan berusia 71 tahun dari China dengan memberinya kombinasi obat anti-HIV dan flu. Dia mengatakan pasien itu sebelumnya sudah diberi hanya obat anti-HIV saja.
"Saya menangani pasien dengan kondisi yang parah, dan hasilnya sangat memuaskan. Kondisi pasien kini membaik dengan cepat dalam 48 jam. Dan hasil pemeriksaan juga menunjukkan perubahan dari yang tadinya dia positif corona menjadi negatif dalam 48 jam juga," kata Atipornwanich, seperti dilansir laman CNN, Senin (3/2).
Pejabat Kesehatan Thailand menuturkan dalam jumpa pers, hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan di sistem pernapasan pasien tadi sudah tidak ada lagi jejak virus corona.
Dr Anthony Fauci, direktur Institut Nasional untuk Penyakit Menular dan Alergi di Institut Kesehatan Nasional AS mengatakan kepada CNN pekan lalu, sejauh ini belum ada bukti obat yang manjur untuk menangani corona. Sejumlah rumah sakit di Beijing juga dilaporkan memberi obat anti-HIV kepada sejumlah pasien yang terpapar corona, namun belum diketahui bagaimana hasilnya.