BCA Bakal Akuisisi Rabobank, Siapkan Dana Rp397 Miliar

PT Bank Central Asia (BCA) akan membeli seluruh saham PT Bank Rabobank Indonesia senilai Rp397 miliar. Rabobank nantinya akan menjalankan usaha sesuai dengan bisnis anak usaha lainnya yang bergerak di bidang pembiayaan konvensional dan keuangan syariah.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
BCA Bakal Akuisisi Rabobank, Siapkan Dana Rp397 Miliar
Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja. ©2019 Merdeka.com/Yayu Agustini Rahayu

PT Bank Central Asia (BCA) akan membeli seluruh saham PT Bank Rabobank Indonesia senilai Rp397 miliar. Rabobank nantinya akan menjalankan usaha sesuai dengan bisnis anak usaha lainnya yang bergerak di bidang pembiayaan konvensional dan keuangan syariah.

Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja, mengatakan akuisisi Rabobank nantinya akan dilaporkan terlebih dulu kepada pemegang saham. Selain kepada pemegang saham, BCA juga akan melaporkan kepada Bank Indonesia dan OJK.

"Kita sebagai public company kita harus lapor ke regulator dulu. Kalau sudah dapat blessing regulator, baru. Kalau regulator bilang tidak bisa ya maka kita tidak bisa begitu. Kita jadi salah," ujarnya di Kantor DJP, Jakarta, Jumat (13/12).

Jahja melanjutkan, pengumuman resmi akuisisi Rabobank akan disampaikan kepada publik bulan ini. "Ya begitu sudah oke dengan regulator, sepakat, baru bisa dipublished," katanya.

Terkait bank lain yang akan diakuisisi BCA, Jahja mengatakan, sejauh ini belum ada target spesifik. Pihaknya masih mencari bank-bank yang memiliki potensi untuk diakuisisi. "Ya cari jodoh susah harus lirik-lirik dulu. Lihat babat bebet bobot," tandasnya.

Akuisisi Bank BUKU I, BCA Tunggu Persetujuan RUPS di Juni 2019

Manajemen PT Bank Central Asia (BCA) akan merampungkan proses akuisisi satu bank kategori 'Bank Buku I' pada tahun ini. Hal ini disampaikan oleh Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja.

Dia menjelaskan, bahwa pihaknya akan meminta persetujuan para pemegang saham terkait rencana akuisisi tersebut pada Rapat umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) yang dijadwalkan akan diselenggarakan pada Juni 2019.

"Kan RUPS kita April. Tapi tidak akan selesai April. Mungkin RUPS-LB kita rencanakan sekitar Juni. RUPS selesai, disetujui kita annouce," kata dia, saat ditemui, di ICE BSD, Tangerang Selatan, Sabtu (23/2).

Jahja menjelaskan bahwa akuisisi tersebut memang perlu mendapatkan persetujuan pemegang saham. Sebab aksi korporasi tentu akan memberi dampak pada perusahaan, salah satunya terhadap harga saham BCA.

"Relatif material. Material itu bukan dari segi value yaa. Material itu kalau sampai mempengaruhi saham. Nah kita kan tidak tahu, waktu kita announce BCA terpengaruh apa tidak. Jadi kita tidak berani ambil resiko. Sebab itu kita harus persetujuan RUPS dulu, baru sesudah itu kita announce ke market," jelas dia.

Dia menjelaskan bahwa pasca akuisisi bank tersebut tidak akan tetap berdiri sendiri alias tidak dimerger dengan anak usaha BCA. Sementara untuk lini bisnis yang akan digarap bank bersangkutan, masih sedang dikaji. "Kita belum tentukan, bisa digital, bisa well management, bisa mikro bisa UKM. Pokoknya kita akan pilih salah satu fokus, saya belum mau komen," ungkapnya.

Rekomendasi