Pekan Depan, Warga Bekasi dan Pulau Seribu Dapat Kompensasi Tumpahan Minyak

Ketua Tim 1 Penanganan Dampak Eksternal Pertamina Hulu Energi (PHE) ONWJ Rifky Effendi Hardijanto mengatakan, pihaknya akan memperluas penyaluran kompensasi dampak kebocoran minyak ke masyarakat Bekasi dan Kepulauan Seribu. Kompensasi ini akan disalurkan pekan depan.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Pekan Depan, Warga Bekasi dan Pulau Seribu Dapat Kompensasi Tumpahan Minyak
Tumpahan Minyak Pertamina Cemari Perairan Muara Gembong. ©2019 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Ketua Tim 1 Penanganan Dampak Eksternal Pertamina Hulu Energi (PHE) ONWJ Rifky Effendi Hardijanto mengatakan, pihaknya akan memperluas penyaluran kompensasi dampak kebocoran minyak ke masyarakat Bekasi dan Kepulauan Seribu. Kompensasi ini akan disalurkan pekan depan.

Sebelumnya, PHE telah memberikan kompensasi perdana untuk 2.401 warga Karawang yang terdampak sejak 11 September 2019. Sehingga, penyaluran tahap kedua ini ditargetkan mencapai 10.471 warga.

"Kamis sudah membagikan kartu ATM dan buku tabungan, untuk menyalurkan kompensasi ke 2.401 warga di Karawang," kata Rifky, di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Jumat (20/9).

Besaran kompensasi yang diterima masyarakat mencapai Rp900 ribu per bulan sejak kejadian pertama kali semburan, dengan peristiwa tumpahan minyak yang terjadi sudah menginjak dua bulan maka kompensasi yang diterima sebesar Rp1,8 juta hingga September 2019.

Selain itu, PHE akan melakukan evaluasi pemberian besaran kompensasi dengan melakukan formulasi final, hal ini dilakukan setelah kebocoran gas dan tumpahan minyak ‎dari Sumur YYA-1 berhasil disumbat. Melalui formulasi final yang dilakukan Institut Pertanian Bogor (IPB) akan mendata ulang penerima kompensasi berdasarkan profesi masyarakat dan dampak yang dialami.

‎"Jadi ini yang sangat kompleks sehingga kami perlu waktu tim IPB bersama lembaga lainnya kerja keras, untuk pastikan perhitungan formula ini setidaknya mendekati," tandasnya.

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6.com

Rekomendasi