Ini Alasan Investasi 2018 Melambat Versi Bos Bappenas

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengungkapkan ada beberapa faktor yang menyebabkan perlambatan investasi di 2018, salah satunya pengaruh dari tahun politik.

Wilfridus Setu Embu
Oleh Wilfridus Setu Embu - Reporter
Ini Alasan Investasi 2018 Melambat Versi Bos Bappenas
investasi. shutterstock

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat total realisasi investasi sepanjang 2018 sebesar Rp 721,3 triliun, meningkat sebesar 4,1 persen dibanding 2017. Namun, angka ini hanya mencapai 94,3 persen dari target investasi yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) sebesar Rp 765 triliun.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengungkapkan ada beberapa faktor yang menyebabkan perlambatan investasi di 2018, salah satunya pengaruh dari tahun politik.

"Macem-macem, tapi saya lihat juga mungkin biasanya pengaruh dari tahun politik," kata dia, saat ditemui, di Kemenko Maritim, Jakarta, Rabu (6/2).

Selain tahun politik, pelemahan nilai tukar rupiah juga turut memengaruhi kinerja investasi di tahun 2018. "Tapi juga mungkin pengaruh dari nilai tukar kemarin. Investasi itu kan termasuk di dalamnya Invetasi portofolio juga. Dan itu yang barangkali ikut berpengaruh, selain investasi sektor riil," imbuhnya.

Sementara untuk investasi di sektor riil, Bambang mengakui memang masih rendah terutama investasi di sektor yang menciptakan nilai tambah. "Nah investasi sektor riil yang mungkin masih kurang adalah investasi yang menciptakan nilai tambah baik di manufaktur maupun jasa," jelasnya.

Karena itu, Pemerintah akan terus berupaya untuk meningkatkan investasi dan juga ekspor pada tahun 2019. Hal tersebut diharapkan dapat berdampak pada perbaikan kinerja investasi dan pencapaian target pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2019 yang dipatok sebesar 5,3 persen.

"Kita akan fokus pada investasi dan yang paling penting ekpor. Kita hitungan potensinya 5,3 persen pada periode ini," tandasnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong mengatakan realisasi investasi di 2018 sebesar Rp 721,3 triliun cukup mengecewakan karena tidak mencapai target. Menurutnya, hal ini juga yang menjadi faktor perekonomian Indonesia melemah.

Meski begitu, dia meyakini, outlook ekonomi dan investasi Indonesia pada 2019 akan kembali membaik. Ini ditunjukkan adanya peningkatan optimisme investor terhadap Indonesia.

"Saya optimis 2019 laju investasi Indonesia akan kembali membaik. Karena kita bisa melihat tanda-tanda reborn dengan para investor besar," kata Thomas dalam acara Indonesia Economic and Investment Outlook 2019 di kantor BKPM, Jakarta, Rabu (6/2).

Rekomendasi