Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution, memprediksi investasi tumbuh sekitar 7 persen usai pengumuman calon presiden dan wakil presiden untuk pemilihan umum 2019. Hal ini karena pelaku pasar tak lagi khawatir dan tidak manahan diri untuk investasi.
"Ya memang kuartal kemarin itu, agak rendah yah sedikit di bawah 6 persen ya. Dibanding kuartal sebelumnya itu 7,95 persen. Ya, kita optimistis akan kembali ke angka 7an itu," ujar Menko Darmin di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (10/8).
Menko Darmin mengatakan, selain karena optimisme pasar, pertumbuhan investasi juga didukung oleh sistem perizinan terpadu secara online atau online single submission (OSS) yang telah diluncurkan pemerintah pada Juli lalu.
"Ya dan coba saja lihat, walaupun ini 70 persen dalam negeri di OSS. Banyak sekali kan orang, kalian sendiri malah lihat. Kita kewalahan kemarin makanya dibatasi 300 sehari padahal jam 09.00 sudah habis nomor antrran. Yang saya bilang, sudah jangan dikasih batasan namanya orang investasi. Jadi kita optimistis," jelasnya.
Menko Darmin menambahkan, sistem perizinan OSS ini memberi banyak kemudahan bagi investor. Sebab, pemerintah menyediakan sejumlah kebijakan fiskal yang menguntungkan bagi investor jika menanamkan dananya di Indonesia.
"OSS memang fungsi kesana. Ketika dirumuskan waktu itu bersama-sama bersama fasiltas perpajakan baik tax holiday, tax allowence, mini tax holiday nya dan super deduction. Yang belum sepenuhnya terlaksana baru akan mulai tahun depan adalah pengembangan pendidikan dan vokasi," jelasnya.