Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, mengatakan kekeringan adalah fenomena tahunan dan itu telah diantisipasi sejak tiga tahun lalu, di awal masa pemerintahan Presiden Joko Widodo. Salah satunya, pemerintah telah melakukan pembagian 400.000 unit pompa ke petani.
"Antisipasi kekeringan sudah dilakukan sejak tiga tahun sebelumnya. Sudah dipersiapkan sejak awal pemerintahan Joko Widodo karena kita tahu kekeringan itu terjadi tiap tahun," kata Amran Sulaiman saat ditemui awak media usai penandatanganan MoU dengan Majelis Umat Islam (MUI) sekaligus launching program pemberdayaan ekonomi umat berbasis pondok pesantren pada sektor pertanian dan peternakan di Hotel Claro, Makassar, Sabtu (28/7).
Selain itu, lanjutnya, pemerintah juga telah melakukan normalisasi saluran irigasi. Sementara, terkait musibah banjir yang melanda lahan pertanian masyarakat, pemerintah telah menyiapkan asuransi untuk 1 juta hektare lahan di seluruh Indonesia yang rawan banjir.
"Seperti musibah banjir di Kabupaten Wajo karena luapan danau Tempe baru-baru ini. Belum tahu nilai kerugiannya tapi kami telah bergerak cepat. Sudah dari sana memberikan bantuan pupuk gratis kepada warga petani yang kena banjir. Juga sudah berikan eskavator besar untuk menggali endapan untuk mengurangi banjir," ujarnya.