Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo, memastikan transisi kepemimpinan tidak akan mempengaruhi kinerja bank sentral dalam menjaga ekonomi moneter. Dia mengatakan, dewan gubernur tetap berjalan efektif sekalipun terjadi pergantian pimpinan.
"Saya akan ada di Bank Indonesia sampai tanggal 24 Mei. Dan 24 Mei kita sudah punya Gubernur terpilih Pak Perry Warjiyo. 24 Mei pada saat saya mengakhiri tugas langsung Pak Perry mengganti saya. Tetapi kan dewan gubernur berjalan efektif," ujarnya di Kantor Bank Indonesia, Jakarta, Jumat (24/4).
Agus mengatakan di tengah pelemahan Rupiah yang terjadi beberapa waktu belakangan, Bank Indonesia akan selalu berada di pasaran untuk melakukan intervensi. Termasuk memastikan stabilitas sistem keuangan Indonesia dalam kondisi stabil.
"Seperti saya sampaikan Bank Indonesia akan selalu hadir di pasar. Kita akan senantiasa menjaga moneter makroprudensial dan sistem peredaran uang. Dan kita akan menjaga stabilitas sistem keuangan Indonesia," jelasnya.
Agus menambahkan hingga pemimpin baru dilantik, tidak akan ada kekosongan kekuasaan di Bank Indonesia. Bank sentral juga akan terus melakukan koordinasi dengan pemerintah dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam mengendalikan stabilitas keuangan.
"Enggak ada kekosongan kepemimpinan. Jadi begitu nanti Pak Perry membacakan sumpahnya, terus langsung serah jabatan lalu semua berjalan baik. Dan sampai terakhir semua akan jaga dan transisi ini akan berjalan baik termasuk koordinasi kita dengan pemerintah dan OJK," tandasnya.