Tokopedia kembali melakukan pameran Maker Fest di Padang, Sumatera Barat, yang dilaksanakan pada 21 April hingga 22 April 2018. Sebanyak 30 kreator asli Padang mengikuti pameran yang diinisiasi oleh Tokopedia bersama Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) tersebut.
Ada beberapa kerajinan tangan dan juga hasil karya yang dipamerkan dalam pagelaran tersebut. Di antaranya adalah pameran fashion, aksesoris dan makanan khas Padang.
Senior Communications Lead Tokopedia, Siti Fauziah mengatakan, 30 kreator muda yang dipilih mengikuti pameran memiliki jenis produk yang berbeda-beda. Dia memastikan tidak ada satupun jenis kreasi produk yang sama dalam pagelaran tersebut.
"Sebelum mereka mengikuti pameran di Padang kita sudah melakukan penyaringan terlebih dahulu sebelumnya. Jadi sebelum jadi 30 kreator, kita melakukan penyaringan terhadap ratusan. Kita pilih yang terbaik untuk ditampilkan," ujarnya di Cafe Weekend, Padang, Minggu (22/4).
Fauziah mengatakan, berbagai jenis kreasi tersebut memiliki keunikan tersendiri baik dari jenis bahan baku, metode pembuatan dan juga modifikasi dengan peningkatan nilai tambah terhadap produk yang telah ada sebelumnya.
"Jadi ini mereka semua itu unik ya, tidak ada yang sama. Dan semuanya memberikan yang terbaik mulai dari bahan baku produk, pembuatan dan nilai tambah produk. Tugas kita di sini adalah untuk membantu mereka agar produknya bisa mendunia," jelasnya.
Pantauan merdeka.com dari 30 peserta yang mengikuti pameran ada empat peserta yang menggunakan bahan baku yang cukup sering ditemui dan jarang diketahui potensi jualnya oleh masyarakat. Adapun keempat produk tersebut antara lain :
Jerami Handicraft
Salah satu produk yang dipamerkan dalam Maker Fest di Padang adalah patung hewan yang keseluruhan bahan bakunya menggunakan jerami. Pemilik produk Jerami Handricraft, Novia Wella mengatakan, awal pembuatan produk ini atas dasar ketersediaan jerami yang cukup melimpah di sekitar rumahnya.
Maker Fest 2018 ©2018 Merdeka.comJerami tersebut kemudian dikumpulkan oleh orangtuanya, lalu dijadikan menjadi patung hewan yang menarik. Pembuatannya dengan menggunakan bahan seadanya yaitu, jerami dan tepung kanji serta beberapa alat pewarna untuk bagian tertentu.
"Awalnya itu, orangtua saya yang memulai. Mereka membentuk berbagai macam bentuk hewan ada jerapah, ada rusa dan harimau. Bahannya cukup dengan jerami dan tepung kanji yang telah dipanaskan tujuannya merekatkan jerami," ujar Wella di Lapangan Imam Bonjol, Padang, Minggu (22/4).
Pembuatan patung hewan dari jerami membutuhkan waktu 5 sampai 6 jam per produk. Satu hari, Jerami Handricraft dapat menyelesaikan hingga 10 produk dengan harga satuan Rp 25.000 sampai Rp 2 juta per patung.
"Bisa 5 sampai 6 jam selesai. Tergantung kesulitan dan ukuran patung. Yang paling lama itu adalah proses pengeringannya. Kalau sehari selesai 10, tapi untuk hari hari tertentu kita bisa sampai 500 patung untuk ukuran kecil," jelasnya.
Kang Bunga
Pemberian bunga hidup terhadap pasangan atau orang terkasih sudah merupakan hal yang biasa bagi masyarakat Indonesia. Di Maker Fest 2018, ada sedikit yang berbeda yaitu bunga hidup dikemas dalam bentuk unik.
Maker Fest 2018 ©2018 Merdeka.comIde yang dicetuskan oleh Tommy Aprianto tersebut, mengangkat tema pemanfaatkan botol minuman menjadi vas bunga hidup. Bunga hidup dengan vas bunga unik tersebut lalu diberi nama Kang Bunga.
"Awalnya saya dulu pacaran, lalu saya pikir ngasih bunga selalu begitu saja. Saya coba ngasih yang unik, dengan membuatkan vas bunga ternyata pacar saya suka. Dari situ saya coba coba menawarkan ke teman ternyata pada suka juga," ujar Tommy di Lapangan Imam Bonjol, Padang, Minggu (22/4).
Adapun botol minuman yang digunakan oleh Tommy terbuat dari kaca. Namun botol tersebut dapat diganti dengan bentuk lain seperti kotak kayu sesuai permintaan dari pembeli.
"Botol itu banyak ya bentuknya, tidak hanya botol biasa. Kita kumpulkan yang banyak. Ini bisa didapet di cafe teman. Bunganya sendiri kita pilih yang terbaik dari Bandung," jelasnya.
Satu produk dihargai Rp 45.000 hingga Rp 1 juta tergantung jenis bunga, ukuran vas dan lama pengerjaan. Hingga kini, Kang Bunga masih dijual disekitaran Padang. "Harganya Rp 45.000 sampai Rp 1 juta. Pasar kita itu masih sekitaran Padang belum sampai keluar kota," jelas Tommy.
Advertisement
Advertisement
Cambia Craft
Cambia Craft bergerak di bisnis produk yang menggunakan serat sabut kelapa sebagai bahan produk. Serat sabut kelapa tersebut dirangkai menjadi bentuk lukisan, sandal, boneka hewan dan tas. Cambia Craft ini didesain oleh Febri Yunarta.
Maker Fest 2018 ©2018 Merdeka.com"Serat sabut kelapa sangat mudah ditemui, hampir diseluruh daerah ada. Tinggal kita mau atau tidak memanfaatkannya. Saya punya keahlian dan akhirnya saya punya ide membuat berbagai macam kerajinan," ujar Febri di Lapangan Imam Bonjol, Padang, Minggu (22/4).
Pembuatan lukisan, sandal, boneka hewan dan tas membutuhkan waktu yang berbeda. Untuk lukisan membutuhkan waktu 2 hingga 3 minggu karena harus diselesaikan sendiri oleh Febri tanpa bantuan karyawan. Sementara untuk sandal, boneka hewan dan tas variatif tergantung tingkat kesulitan.
"Kalau tas, bisa 2 hari 1 buah. Kalau sendal bisa sehari 5 buah. Kalau boneka hewan lebih mudah lagi tapi tergantung ukuran juga. Semuanya banyak peminatnya, tapi yang paling sering dapat pesanan khusus adalah lukisan," ujarnya.
Febri mengatakan, produk miliknya dihargai mulai Rp 40.000 hingga Rp 25 juta per jenis produk. "Paling mahal itu lukisan karena itu tadi lama bikinnya dan bahan serat sabutnya butuh banyak. Paling murah sendal, karena pembuatannya cepat dan butuh sedikit sabut," jelasnya.
Topbag
Topbag merupakan tas tangan yang terbuat dari kain kanvas. Pada sisi luar tas tersebut didesain gambar khusus sesuai dengan permintaan pembeli. Ide pembuatan Topbag sendiri berawal dari keprihatinan kreator atas semakin maraknya penggunaan plastik.
"Topbag ini kita buat atas dasar keprihatinan kita dengan meningkatnya penggunaan plastik. Kalau menggunakan Topbag kan bisa digunakan berkali-kali jadi tidak merugikan lingkungan," ujar Pemilik Topbag, Fahririn di Lapangan Imam Bonjol, Jakarta, Minggu (22/4).
Untuk menarik minat pembeli, Topbag didesain menggunakan kata-kata yang dipesan sendiri. Pembuatan Topbag dapat diselesaikan hingga 15 tas per hari. Pesanan terbesar pernah dikerjakan sebanyak 400 buah.
"Kita pernah dapat pesanan dari bank Indonesia sebanyak 400 buah satu tas harganya Rp 40.000. Kalau ditotal bisa Rp 16 juta, tapi kalau pesan banyak biasanya tetap kita berikan diskon," jelasnya.