Bertolak ke China, Menko Luhut cari pendanaan untuk proyek nasional

Dia menyebutkan, ada beberapa proyek yang pemerintah fokuskan untuk disokong oleh China. Di antaranya proyek Pelabuhan Kuala Tanjung II di Sumatera Utara, Kawasan Ekonomi Khusus di Bitung, Sulawesi Utara, serta Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Kalimantan Utara.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Bertolak ke China, Menko Luhut cari pendanaan untuk proyek nasional
Luhut Panjaitan. ©2016 merdeka.com/imam buhori

Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, menyelenggarakan rapat koordinasi (rakor) dengan beberapa pihak, salah satunya membahas seputar persiapan kunjungannya ke China. Kunjungan yang akan berlangsung pada 12-14 April mendatang itu nantinya akan menawarkan proyek-proyek infrastruktur potensial di Indonesia untuk bisa bantu didanai oleh investor dari China.

China sendiri sebelumnya menggagas sebuah ide pembangunan di kawasan Eurasia yang bernama Belt and Road Initiative, atau inisiatif sabuk ekonomi jalur sutra. Strategi tersebut merupakan kerangka dan prioritas kerjasama pembangunan oleh berbagai negara Asia dan Eropa, di mana Indonesia juga terlibat di dalamnya.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), Bambang Brodjonegoro, menyatakan rapat itu membicarakan soal kemungkinan proyek yang nantinya bisa ditawarkan ke investor China.

"Tadi persiapan kunjungan Pak Luhut ke sana (China). Kita menyiapkan list proyek-proyek yang sudah ready dan feasible untuk nanti ditawarkan ke investor yang potensial di sana," kata dia di Kemenko Kemaritiman, Jakarta, Kamis (5/4).

Dia menyebutkan, ada beberapa proyek yang pemerintah fokuskan untuk disokong oleh China. Di antaranya proyek Pelabuhan Kuala Tanjung II di Sumatera Utara, Kawasan Ekonomi Khusus di Bitung, Sulawesi Utara, serta Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Kalimantan Utara.

Model pembiayaan yang dipakai, lanjutnya, akan didorong melalui Business to Business (B2B) maupun bentuk kerjasama pemerintah dengan badan usaha, atau public-private partnership (PPP).

Reporter: Maulandy Rizki Bayu Kencana

Sumber: Liputan6

Halaman
Rekomendasi