Krakatau Steel siapkan rencana penyelamatan perusahaan patungan dengan Antam

Direktur Utama PT Krakatau Steel, Mas Wigrantoro Roes Setiyadi, mengatakan salah satu langkah yang diusulkan pihaknya adalah mengembalikan fungsi utama MJIS pada awal pembentukan, yakni sebagai penyuplai Iron Sponge bagi KS. Namun, menurut dia, rencana tersebut tidak serta merta mudah dijalankan.

Wilfridus Setu Embu
Oleh Wilfridus Setu Embu - Reporter
Krakatau Steel siapkan rencana penyelamatan perusahaan patungan dengan Antam
Krakatau Steel. ©2018 Merdeka.com/Wilfridus Setu Embu

PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KS) terus mencari cara untuk menghidupkan kembali perusahaan patungan bersama PT Antam (Persero), yaitu PT Meratus Jaya Iron and Steel (MJIS). Salah satunya dengan kembali membeli produk MJIS dengan harga yang disepakati.

Direktur Utama PT Krakatau Steel, Mas Wigrantoro Roes Setiyadi, mengatakan salah satu langkah yang diusulkan pihaknya adalah mengembalikan fungsi utama MJIS pada awal pembentukan, yakni sebagai penyuplai Iron Sponge bagi KS.

"Intinya baru 2 minggu lalu sampaikan ke manajemen KS dan MJIS. Ayo kembali. (MJIS) operasi lagi, KS yang beli iron sponge-nya," ungkapnya dalam bincang bersama jurnalis, di Cilegon, Banten, Senin (12/2).

"Karena awalnya produk MJIS dibeli KS. Ketika harganya sudah di atas ambang batas yang menjadikan kalau semakin banyak KS membeli produk MJIS, (KS) semakin rugi, maka kami tidak membeli lagi, maka otomatis karena KS jadi pasar tunggal, dia (MJIS) berhenti," lanjutnya.

Namun, menurut dia, rencana tersebut tidak serta merta mudah dijalankan. Sebab, baik KS maupun MJIS memiliki perhitungan bisnis masing-masing.

"Persoalannya kalau menggunakan pendekatan lama, siapa yang mau menanggung rugi, KS atau MJIS, tidak ada yang mau menanggung rugi," kata dia.

Oleh karena itu, ketua Asosiasi Pengusaha Besi dan Baja Indonesia ini menerangkan bahwa saat ini pihaknya sedang berkomunikasi dengan manajemen MJIS terkait rencana tersebut. Khususnya MIJS bisa menjual dengan harga yang disepakati.

"Ini PR bagi manajemen KS dan MJIS untuk tetap dapat beroperasi dengan harga jual ke KS pada angka yang bisa diterima sekitar USD 190 per ton ya, saya agak lupa angkanya," ujar dia.

"Saya katakan harus mampu. Kalau tidak mampu saya akan cari orang lain yang mampu. Ini yang sedang dikerjakan. Waktunya kapan kita tunggu saja," sambung dia.

Diketahui menurut Mas Wigrantoro, PT MJIS telah berhenti beroperasi sejak 2015. Setelah MJIS berhenti beroperasi, maka KS telah melakukan beberapa langkah penyelamatan terutama tenaga kerja MJIS. Ada sekitar 152 karyawan MJIS yang ditarik dan diperbantukan di KS.

"2015 itu istilahnya tidak beroperasi. Karena tidak beroperasi tidak mendapatkan revenue. Karena tidak mendapatkan revenue, sebagai pemegang saham, kami lakukan bail out. Lama-lama tidak kuat. Saya masuk saya suruh setop," tegasnya.

"Ada banyak upaya termasuk bicara dengan bank lender, BRI, juga dengan mitra kami Antam," tandasnya.

Rekomendasi