Laporan Tingkat dan Tren Kematian Anak dari PBB mencatat bahwa seperlima dari total populasi Indonesia masih melakukan Buang Air Besar Sembarangan (BABS) akibat dari minimnya akses sarana pembuangan. Masyarakat tidak menyadari bahwa hal tersebut dapat mencemari alam sebagai bagian dari aktivitasnya sehari-hari.
Lebih buruknya lagi, hal tersebut juga dapat berdampak pada kesehatan masyakarat. Salah satu wilayah di Indonesia yang masih minim sarana jamban ialah Desa Duyungan, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Sragen.
Menyikapi hal tersebut, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) Unit Sragen menyerahkan sejumlah bahan baku untuk pembuatan jamban ke 40 keluarga berupa buis beton dan tutup buis, jamban, dan dua paralon.
Bertempat di rumah salah satu warga, penyerahan secara simbolis dilakukan Advisor Head of Unit Sragen, Afiful Haq dan Anang Suprayitno selaku Manajer Personal dan General Affair Unit Sragen.
Salah satu warga Desa Duyungan, Warji ditunjuk menjadi perwakilan dari 40 keluarga untuk menerima bahan baku dari JAPFA.
"Kesejahteraan dapat dimulai dari saling menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Penerapan pola hidup bersih dan sehat dapat didorong dengan adanya fasilitas yang memadai," ujar Anang Suprayitno.
"Sarana pembuangan yang buruk haruslah ditangani untuk meminimalisir dampak pada gizi anak," lanjutnya.
Penyerahan ini dilatarbelakangi oleh keadaan warga sekitar yang dinilai masih minim tempat pembuangan air sehingga sebagian besar warga masih menggunakan sungai sebagai tempat pembuangan air kecil maupun besar. Selain dapat mempengaruhi kebersihan sungai, lingkungan sekitar sungai tidaklah layak dan dapat menjadi sumber penyakit khususnya bagi anak.
"Sebagai bentuk kepedulian JAPFA terhadap warga sekitar, maka pemberian bahan baku pembuatan jamban ini diharapkan dapat memberikan manfaat berupa pencegahan penyakit dan terjaganya lingkungan khususnya sungai sebagai aspek penting di masyarakat," ujar Afiful Haq.
Selain memberikan bahan baku pembuatan jamban, JAPFA bekerja sama dengan Dinas Kesehatan memberikan penyuluhan tentang bahaya BABS serta manfaat menggunakan jamban sebagai salah satu media pencegahan penyakit.