Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal (Purn) Moeldoko, menyikapi persoalan rencana pemerintah yang ingin mengimpor beras sebanyak 500.000 ton. Menurutnya, hal itu perlu dilakukan untuk memperkuat cadangan beras nasional ke depan.
"Saya sudah lapor presiden. Jangan gara gara impor pemerintah disalahin. Beras impor hanya untuk mengisi cadangan nasional," kata Moeldoko, dalam acara Media Sharing Kebijakan Perberasan Nasional, di Resto Bunga Rampei, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa, (6/2).
Namun, dalam perkembangannya, dikatakan Moeldoko jumlah impor yang diterima justru di bawah dari yang direncanakan. Saat ini, kata dia, kepastian beras masuk ke Indonesia pada Febuari hanya 346.000 ton.
Hingga hari ini, pengusaha impor yang sudah mengonfirmasi kapalnya akan merapat di pelabuhan-pelabuhan Indonesia hanya 260.550 ton. "Pengiriman yang pertama diperkirakan akan sampai di pelabuhan pada tanggal 9 Febuari, salah satunya di pelabuhan panjang sebanyak 5.500 ton dari Thailand," tuturnya.
Dia menambahkan, meski memasuki masa panen raya pada Febuari sampai April mendatang, impor beras harus tetap dilakukan. Sebab, untuk menghindari terjadinya kekosongan pasokan pangan.
"Siklus yang terjadi seperti itu, pada bulan Febuari, Maret hingga April akan mengalami kenaikan karena panen raya. Sementara di bulan Agustus hingga Januari akan ada penurunan dan kekosongan. Ya itulah siklus yang terjadi," imbuh pria yang juga menjabat ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) ini.