BEI soal mezanin roboh: Kecelakaan tidak bisa tak terjadi meski di gedung megah

Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Samsul Hidayat, menyatakan kejadian robohnya mezanin gedung BEI ialah musibah. Namun, BEI tetap bertanggung jawab dengan menanggung seluruh biaya rumah sakit korban. Dia menuturkan, dari 97 korban yang terluka, 51 orang diantaranya masih dirawat di RS.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
BEI soal mezanin roboh: Kecelakaan tidak bisa tak terjadi meski di gedung megah
Selasar lantai 1 Gedung BEI ambrol. ©2018 Merdeka.com

Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Samsul Hidayat, menyatakan kejadian robohnya mezanin gedung BEI ialah musibah. Namun, BEI tetap bertanggung jawab dengan menanggung seluruh biaya rumah sakit (RS) korban.

"Ini kecelakaan dan tentunya tidak ada yang memprediksi. Kejadian ini tidak bisa tak terjadi meski di gedung semegah ini kan. Ini murni kecelakaan," ujarnya di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (16/1).

Saat ini, lanjutnya, BEI akan menanggung terlebih dulu biaya perawatan korban sembari berkoordinasi dengan pihak asuransi dan pengelola gedung. "Semua biaya dihandling oleh bursa terlebih dulu nanti kita akan bicara dengan pihak asuransi dan pihak gedung," katanya.

Dia menuturkan, dari 97 korban yang terluka, 51 orang diantaranya masih dirawat di RS. Sisanya sudah diperbolehkan untuk pulang.

"Dan dari 51 itu 26 harus dioperasi hari ini. Sisanya dirawat. Kami akan terus memperhatikan temen temen dari terutama mahasiswa," jelasnya.

Sejauh ini, pihaknya terus melakukan komunikasi dengan keluarga korban terkait dengan kondisi mereka. Tapi Samsul belum bisa menyebut berapa biaya yang dikeluarkan untuk pengobatan para korban.

Rekomendasi