Potensi kerugian Lion Air akibat penutupan Bandara Bali ditaksir capai Rp 30,22 M

Presiden Direktur Lion Air Grup Edward Sirait mengatakan selama tiga hari belakangan, sebanyak 195 penerbangan dari dan menuju Bali mengalami pembatalan. Di mana harga tiket penumpang rata-rata Rp 1 juta per sekali perjalanan dengan jumlah penumpang 155 satu kali penerbangan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Potensi kerugian Lion Air akibat penutupan Bandara Bali ditaksir capai Rp 30,22 M
erupsi gunung agung. ©2017 merdeka.com/arie basuki

Erupsi Gunung Agung di Bali beberapa waktu lalu menyemburkan asap tebal disertai pijar api yang tingginya melebihi 3.000 meter ke udara. Pemerintah pun mengambil langkah menutup sementara Bandara Bali karena abu vulkanik yang disemburkan Gunung Agung membahayakan penerbangan.

Penutupan bandara tersebut akhirnya berdampak pada pembatalan sejumlah penerbangan. Selain itu, penumpang yang sudah membeli tiket terpaksa dialihkan menuju bandara lain disekitar Bali.

Presiden Direktur Lion Air Grup Edward Sirait mengatakan selama tiga hari belakangan, sebanyak 195 penerbangan dari dan menuju Bali mengalami pembatalan. Hal ini kemudian berdampak pada penurunan revenue perusahaan.

"Ke Bali satu hari 65 flight itu Lion grup ya. Itukan kurang lebih 3 hari jadi hampir 195 penerbangan batal. Jadi kalau rata rata, kami kali 150 penumpang yang berangkat itulah yang batal," ujar Edward di Cengkareng, Banten, Jumat (1/12).

Edward tidak menjelaskan berapa persisnya kerugian yang dialami oleh pihaknya. Namun demikian, jika harga tiket penumpang rata-rata Rp 1 juta per sekali perjalanan dengan jumlah penumpang 155 satu kali penerbangan, maka perusahaan cukup menanggung potensi kerugian sebesar Rp 30,22 miliar.

"Kalau kerugian, anggaplah 195 flight, itu kehilangan revenue kita sementara pesawat tidak bisa diapa-apakan. Kalau 195 flight kali 155 penumpang, rata-rata Rp 1 juta per orangnya. Itu lah angka kerugiannya. Saya tidak berani mengatakan berapa persisnya. Tapi itulah kehilangan uang kita yang harusnya penjualan dan penerimaan kami," jelasnya.

Lebih lanjut, Edward menambahkan, pihaknya telah mengevakuasi penumpang yang terlanjur membeli tiket ke Bandara terdekat. Sementara penumpang luar negeri seperti China, telah dipulangkan ke negaranya melalui Bandara Internasional Juanda, Jawa Timur.

"Akhirnya kita evakuasi kaya penumpang China kita alihkan ke Surabaya. Lalu kita terbangkan dari Surabaya, supaya tidak terlalu tertahan di Bali. Kemarin kita sudah terbangkan ke China, hari ini ada 6 flight sudah berangkat," tandasnya.

Rekomendasi